SELAMAT DATANG DI WEBBLOG SERBA-SERBI INDONESIA TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG
PayPal.Me/Techerbandung.

Kamis, 08 Oktober 2009

Jutaan Pelajar Putus Sekolah

Jutaan Pelajar Putus Sekolah

BANDUNG, (PR).-
Gubernur Jabar H. Achmad Heryawan mengatakan, dalam setahun 1,4 juta lulusan SD dan SMP di Jabar tidak bisa melanjutkan sekolah ke tahapan lebih tinggi. Penyebabnya diduga tidak memiliki biaya dan terbatasnya daya tampung SLTP dan SLTA di Jabar.

"Belum diketahui mana penyebab yang lebih besar, tidak ada biaya atau kekurangan sekolah. Data yang ada pada kami memang belum sempurna," ujar Gubernur di acara silaturahmi dengan pengusaha Kadin Jabar, Kamis malam (26/6).

Dijelaskan, dalam penelitian yang dilakukan BPS (Badan Pusat Statistik), pada tahun 2006 saja Jabar sudah kekurangan 15.000 kelas untuk tingkat SLTP dan 12.000 kelas SLTA. Jumlah kekurangan tersebut saat ini diperkirakan sudah bertambah, mengingat jumlah anak sekolah juga terus bertumbuh.

Hal yang lebih memprihatinkan terjadi pada kondisi fisik sekolah di tingkat SD, karena dalam penelitian tersebut ada temuan 62% bangunan SD yang ada sudah layak direnovasi. Artinya ada 3,4 juta anak SD di Jabar belajar di kelas-kelas yang tidak layak untuk belajar.

"Kami mengajak para pengusaha Jabar bersama-sama mengatasi permasalahan pendidikan anak-anak Jabar ini. Baik lewat CSR (corporate social responsibility-red.), maupun didasarkan pada kepedulian pribadi," katanya.

Namun, diakuinya, berbagai pendataan yang ada pada Pemprov Jabar saat ini, belum bisa dikatakan sudah baik. Oleh karena itu, Gubernur akan segera membuat mapping (pemetaan) dan pendataan yang lebih komprehensif, berkaitan dengan masalah kependidikan. Sehingga berbagai bantuan untuk bidang pendidikan nantinya tidak salah alamat.

42.000 bayi kelaparan
Di luar pendidikan, masalah kesehatan di Jabar juga sangat memprihatikan. Terutama untuk kesehatan bayi, menurut Gubernur, bisa dikategorikan sebagai tragedi kemanusiaan.

Liburan Tiba, Kota Bandung Diserbu

Liburan Tiba, Kota Bandung Diserbu

Sejumlah Ruas Jalan Mengalami Kemacetan

SEORANG pembimbing memberikan contoh membuat mainan kelinci dari kepompong ulat sutra kepada peserta liburan Planet Sains di Padepokan Ulat Sutera Dayang Sumbi Desa Pamoyanan Kec. Cimenyan Kab. Bandung, Minggu (29/6). Mengisi liburan sekolah tidak hanya dilakukan dengan berkunjung ke objek wisata, tetapi dapat juga dengan melatih keterampilan sambil bermain.* USEP USMAN NASRULLOH
BANDUNG, (PR).-
Memasuki masa liburan sekolah, tempat wisata, berbelanja, dan makan di Kota Bandung diserbu wisatawan domestik. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Kota Bandung mengalami kepadatan.

Salah satu tempat yang dipadati pengunjung adalah Kebun Binatang Bandung. "Hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung sudah lebih dari 3.000 orang," ujar Dadang, seorang petugas jaga Kebun Binatang Bandung, Minggu (29/6).

Berdasarkan pemantauan "PR", rombongan yang datang sejak pagi hari umumnya warga Kota Bandung. Sementara, menjelang siang, pengunjung berasal dari luar Kota Bandung, seperti Soreang, Sumedang, Purwakarta, Cianjur, Garut, dan lainnya.

Sejumlah pengunjung yang ditemui "PR" menilai, harga tiket masuk sebesar Rp 8.000,00 masih terhitung murah, terutama jika melihat banyaknya koleksi di kebun binatang. Selain itu, lokasi kebun binatang strategis karena dekat dengan kawasan belanja dan kuliner di Jln. Ir. H. Djuanda (Dago).

Jalan padat

SMAN 1 PARONGPONG Tiga Guru Honorer Diberhentikan






Tiga Guru Honorer Diberhentikan


BATUJAJAR,(GM)-
Persatuan Guru Honorer Indonesia (PGHI) Kab. Bandung Barat menanyakan pemberhentian tiga guru honorer/sukwan yang mengajar di SMAN I Parongpong dan SD Sukasari Cipatat. Dua dari tiga orang guru honorer ini diberhentikan lewat secarik kertas yang isinya ucapan terima kasih atas pengabdiannya selama ini.

Ketua PGHI Kab. Bandung Barat, Rusniati mengatakan, kasus yang menimpa tiga orang guru honorer itu sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kab. Bandung Barat, Kamis (20/8). Sebagai bentuk solidaritas, puluhan anggota PGHI ikut audiensi dengan pejabat Disdikpora.

Menurutnya, para guru honorer Kab. Bandung Barat tidak mempunyai pegangan hukum dan tidak memiliki tempat untuk mengadu. "Kami pernah mendatangi PGRI Kab. Bandung Barat, namun tidak diperhatikan. Bahkan ada yang menasihati kami agar guru honorer di Kab. Bandung Barat diam. Jika menemui masalah, cukup diselesaikan dengan kepala sekolah masing-masing yang difasilitasi UPTD (unit pelayanan teknis dinas)," katanya.

Guru honorer yang diberhentikan adalah Jajang Setiadi dan Entis Soleh Sutisna dari SMAN I Parongpong. Keduanya diberhentikan pada 1 April 2008. Sementara yang satunya lagi adalah Rusniati yang juga Ketua PGHI Kab. Bandung Barat. "Salah satu yang diberhentikan adalah saya sendiri. Saya diberhentikan mengajar dari SD Sukasari Cipatat. Berbeda dengan kedua rekan saya yang diberhentikan dengan menerima surat ucapan terima kasih, saya tidak menerima surat pemberhentian. Saya sempat minta surat pemberhentian itu, namun tidak diberikan," ungkap Rusniati.

Sementara itu, Jajang Setiadi mengatakan, ia menerima surat pemberhentian mengajar dengan nomor 422/181/disdikbud/2008

tertanggal 1 April 2008 tetang efektivitas dan efisiensi kegiatan belajar mengajar guru wajib mengajar 24 jam per minggu. "Dengan alasan harus memenuhi jam mengajar tersebut, maka saya dan Entis diberhentikan. Setelah kami berhenti, masuk tujuh guru CPNS ke SMAN I Parongpong," kata Jajang yang mengajar sejak tahun 2005.

Pemkab Bandung Barat Buka Penerimaan CPNS

info cpns

Pemkab Bandung Barat Buka Penerimaan CPNS
PDF
Cetak
E-mail
Selasa, 18 September 2007
    Untuk pertama kalinya sejak berdiri menjadi daerah otonom baru, Kab. Bandung Barat (KBB) mulai membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2007. Jumlah formasi yang dibutuhkan sebanyak 88 CPNS, terdiri atas 36 tenaga pendidik, 26 tenaga kesehatan, dan 26 tenaga teknis.
    Demikian disampaikan Pjs. Bupati Bandung Barat, Drs. Tjatja Kuswara, M.Si. di Kantor Bupati Bandung Barat, Kec. Padalarang, Senin (17/9). Penerimaan CPNS untuk KBB sesuai surat keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan), Taufik Efendi.

    Pembukaan seleksi penerimaan CPNS Insya Allah dilaksanakan setelah Lebaran. Maunya sebelum Lebaran, tapi ternyata untuk menyelenggarakan penerimaan CPNS butuh biaya yang tidak sedikit.
    Penerimaan CPNS, lanjut Tjatja, diperuntukkan bagi masyarakat umum. Belum diputuskan persyaratan akademis bagi pelamar. Persyaratan akademis seperti IPK (indeks prestasi kumulatif) belum ditentukan. Pastinya akan kita bahas dulu dengan mempertimbangan berbagai masukan. Saya secara terbuka akan me-nerima masukan termasuk dari warta-wan.

    Sementara itu, rumor yang berkembang di masyarakat KBB bahwa pucuk pimpinan di tiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) telah disetujui gubernur. Untuk posisi Asisten I dipegang Maman S. Sunjaya, Asisten II dipercayakan kepada Megahari, Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Informasi dipegang Camat Padalarang, Iyang Muhtar. Namun Tjatja enggan memberikan komentar ketika nama-nama itu dikonfirmasikan. Secara diplomatis Tjatja mengatakan, belum menerima berkasnya dari gubernur.

    Pokoknya tiap satu posisi jabatan diusulkan tiga orang pejabat. Tapi sampai hari ini saya belum mengetahui nama-nama pejabat mana saja yang akhirnya diputuskan memegang pucuk pimpinan di tiap SKPD. Baru hari ini (kemarin, red) saya akan ke Pemprov Jabar untuk mena-nyakan pengisian SOTK. Mudah-mudahan sudah beres, sehingga besok atau lusa saya langsung bisa melaksanakan pelantikan.
    Seperti diberitakan sebelumnya, SOTK KBB yang telah disahkan Mendagri dan Menpan terdiri atas 8 dinas, 2 badan, dan 5 kantor. Kedelapan dinas itu adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; Dinas Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah; Disperindag; Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan; Dinas Kesehatan dan Sosial; Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Kependudukan, Catatan Sipil, Tenaga Kerja, dan Trasmigrasi.

DAFTAR SEMUA POSTINGAN

free counters