SELAMAT DATANG DI WEBBLOG SERBA-SERBI INDONESIA TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG

Jumat, 29 Juli 2011

NUPTK ONLINE PENGAJUAN NUPTK BARU

Penambahan Individu Baru
Untuk penambahan individu baru, harus melalui sekolah/institusinya, sehingga tidak ada individu yang tidak mempunyai tempat tugas (lost link). Pada saat melakukan entri, juga harus dipastikan bahwa individu tersebut belum ada didatabase dengan menggunakan fasilitas pencarian yang ada di aplikasi. Hal ini untuk memastikan kemungkinan individu terdaftar di sekolah/instansi lain. Langkah penambahan individu berikut dilakukan untuk penambahan PTK di sekolah.
1.    Klik short cut Sekolah & Madrasah yang ada didepan aplikasi.
3.    Klik ganda sekolah yang ingin ditambahkan PTK nya. Akan tampir form Fptk_list
4.    Klik tombol Buat PTK Baru. Akan tampil Form Biodata PTK.
5.    Cari dahulu Individu yang ingin tambahkan untuk memastikan individu tersebut belum ada didatabase di sekolah/instansi yang berbeda. Tulis nama PTK kemudian klik tombol Cari.
6.    Jika nama individu ada didaftar, select individu tersebut, kemudian klik tombol Pilih. Lakukan beberapa perbaikan atau pemutakhiran data individu sesuai keperluan, kemudian Klik icon Simpan, dialog konfirmasi akan muncul.  klik OK
7.    Jika pada proses pencarian  individu tidak ditemukan maka anda harus melakukan entri data individu tersebut. Klik tombol skip pada tampilan cari.
8.    Isi data-data individu dengan lengkap. Klik pula icon Edit untuk memasukkan data-data tempat tugas PTK. Sama dengan sebelumnya, Klik icon Simpan, form konfirmasi akan muncul. Klik OK.


Line Callout 3: Klik edit data untuk mengubah atau melengkapi data individuLine Callout 3: Klik icon EDIT
Gambar 1.8

9.         Proses tersebut akan membuat status individu dalam keadaan Diajukan (gambar 1.9)
10.     Jika anda ingin menambahkan tempat tugas lebih dari satu maka anda harus menambahkannya melalui sekolah kedua dahulu dengan cara yang sama seperti awal penambahan individu baru:
·      Dari menu depan aplikasi cari sekolah/instansi dimana individu/PTK bertugas, sama dengan yang dijelaskan diatas.
·      Klik shortcut Sekolah & Madrasah yang ada depan aplikasi.
·      Pilih di drop down menu Propinsi, Kabupaten/Kota dari sekolah yang dicari. Klik icon open untuk menampilkan daftar sekolah. Akan tampil daftar sekolah di daerah tersebut.
·      Klik ganda sekolah yang ingin ditambahkan PTK nya. Akan tampir form Fptk_list
·      Klik tombol Buat PTK Baru. Akan tampil Form Biodata PTK.
·      Cari Individu yang ingin ditambahkan tempat tugasnya. Tulis nama individu/PTK kemudian klik tombol Cari.
·      Pilih individu yang ada didaftar hasil pencarian kemudian klik tombol Pilih.
·      Klik tombol EDIT DATA. Detil data Individu akan tampil dengan informasi Tempat Tugas telah terisi. (gambar 1.10). Pastikan adalah Sekolah/ Instansi Induk tidak di tandai karena bukanlah sekolah induk.
Line Callout 3: Icon EDIT untuk mengisi data detail tugas pokok PTKLine Callout 3: Pastikan pilihan kosong                      
                      Gambar 1.10
·      Klik icon EDIT yang ada di pengisian Tempat Tugas. Form Tugas PTK tampil. (gambar 1.11)
                     
                        Gambar 1.11

·      Isi semua data,lalu klik tombol OK. Data sudah langsung tersimpan. Keluar dahulu untuk memeriksa bahwa individu tersebut bertugas lebih dari 1 Instansi (gambar 1.12)
Gambar 1.12

PANDUAN CROSS-CHECK PENGAJUAN NUPTK OLEH DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA
Pengajuan NUPTK secara on-line dapat dilakukan menggunakan SIM NUPTK CS. Setelah melakukan langkah  terakhir yaitu meng klik tombol sincron, maka langkah selanjutnya adalah melakukan proses cross-check yang dilakukan dengan menggunakan NUPTK WEB Browser.
Langkah-langkah cross-check pengajuan adalah:
  1. Jalankan SIM NUPTK Web Browser kemudian login menggunakan user dan password anda.
  2. Klik icon nuptk yang berwarna hijau kemudian pilih Pengajuan NUPTK kemudian klik tombol View ALL.  Akan muncul daftar pengajuan PTK yang sebelumnya dilakukan.

Line Callout 3: Form untuk memantau sejauh mana proses pengajuanLine Callout 3: Pilih individu kemudian cross-check satu per satuLine Callout 3: Klik untuk menampilkan daftar
Gambar 1.13. Daftar pengajuan NUPTK

  1. Pilih nama PTK yang ingin dilakukan cross-check, kemudian klik tombol  Cross-Check. Pada proses cross-check dibandingkan antara Individu dengan semua pengajuan NUPTK yang informasinya terdapat dikolom bawah.
  2. Jika perbandingan pengajuan dengan informasi individu yang terdapat dibagian bawah anda yakini sama, maka anda dapat memilih Status Cross-Check dan mengisi field Keterangan.  Anda dapat mengisi Keterangan secara otomatis dengan melakukan double klik di Info data pebanding.
Line Callout 3: Isi keterangan secara otomatis dengan double klik data pembandingLine Callout 3: Data pengajuan dibandingkan dengan data pebanding yang terdapat kolom bawah
Gambar 1.14 Cross-check pengajuan NUPTK
  1. Jika kolom data pembanding kosong, maka anda dapat melanjutkan kesemua proses crosscheck hingga selesai.
Gambar 1.15 cross-check dengan pembanding tidak ditemukan
  1. Lanjutkan proses cross-check sampai proses perbandingan Nama - Tmp Lahir
Line Callout 3: Proses Cross-check ditandai dengan terbukanya ke 4 tab dan filter pembandingan
Gambar 1.16 Proses cross-check terakhir yang memenuhi syarat diajukan

  1. Setelah pada proses ke empat selesai isi Status Cross-Check NUPTK Diajukan, kemudian klik tombol Save. Lanjutkan proses ke pengajuan PTK lain yang berada di daftar pengajuan.
  2. Untuk melihat progress atau sampai mana pengajuan anda, anda sebagai dinas pendidikan kab/kota dapat melihatnya melalui aplikasi ini. Pada form bagian bawah pilih Progress OPEN untuk pengajuan yang masih menunggu diproses oleh LPMP. Klik tombol View. Akan mucul daftar pengajuan sesuai progressnya.
Line Callout 3: Pilih OPEN untuk pengajuan yang belum diproses LPMP
Gambar 1.17 Form cross-check pengajuan

  1. Progress Close berarti, keseluruhan proses pengajuan selesai dengan output NUPTK atau pengajuan ditolak dengan alasan tertentu
  2. Progress Prosess berarti proses masih dilakukan oleh LPMP.

Persyaratan Mendapatkan NUPTK



Persyaratan standar minimal tentang PTK yang bisa dijaring baik pendidikan Formal maupun Non Formal untuk mendapatkan NUPTK
Persyaratan umum:
1.         WNI dan WNA yang sudah naturisasi
2.         Menjadi Pendidik (melakukan tatap muka di depan kelas) dan Tenaga Kependidikan (menunjang proses pendidikan) baik pada            pendidikan formal maupun non formal, PNS maupun non PNS dan baik dibawah binaan Kemendiknas maupun Kemenag.
Persyaratan Khusus :
a.         PTK Pendidikan Formal
            1)         Untuk PNS/CPNS yang dibuktikan dengan bukti SK Penetapan sebagai Guru/Pendidik untuk segera dilakukan proses pendataan                berdasarkan bukti fisik pendukung.
            2)         Untuk Non PNS pendataan usulan baru dilakukan  maksimal 2 (dua) kali dalam setahun (pada bulan Juni dan Desember                  menjelang awal semester) dengan syarat :
                        a)         Minimal telah memiliki masa kerja 2 tahun yang dibuktikan dengan SK Penugasan dari lembaga yang berwenang.
                       

b.         PTK Non Formal
            Segera melakukan pendataan PTK-PNF berdasarkan bukti fisik pendukung. Pengusulan NUPTK bagi PTK-PNF dengan syarat :
            1)         Sampai akhir tahun 2010 semua PTK PNF segera dimasukkan ke dalam database SIM NUPTK-PNF untuk diproses generate                      NUPTK.
            2)         Mulai tahun 2011, PTK-PNF yang diusulkan masuk database SIMNUPTK PNF minimal memiliki masa kerja 2 tahun (TMT minimal                  bulan Juli tahun 2009).
            3)         Lembaga/instansinya terdaftar di dinas pendidikan setempat



suku bangsa Soami, Flam dan Lapp.


Pengertian

Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial.

Antropologi memiliki dua sisi holistik dimana meneliti manusia pada tiap waktu dan tiap dimensi kemanusiannya. Arus utama inilah yang secara tradisional memisahkan antropologi dari disiplin ilmu kemanusiaan lainnya yang menekankan pada perbandingan/ perbedaan budaya antar manusia. Walaupun begitu sisi ini banyak diperdebatkan dan menjadi kontroversi sehingga metode antropologi sekarang seringkali dilakukan pada pemusatan penelitan pada pendudukyang merupakan masyarakat tunggal.

Definisi Antropologi menurut para ahli

* William A. Havilan: Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
* David Hunter:Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
* Koentjaraningrat: Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

Dari definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana antropologi, yaitu sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan (cara-cara berprilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai) yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.

Sejarah

Seperti halnya sosiologi, antropologi sebagai sebuah ilmu juga mengalami tahapan-tahapan dalam perkembangannya.

Koentjaraninggrat menyusun perkembangan ilmu Antropologi menjadi empat fase sebagai berikut:

Fase Pertama (Sebelum tahun 1800-an)
Manusia dan kebudayaannya, sebagai bahan kajian Antropologi.

Sekitar abad ke-15-16, bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia. Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, hingga ke Australia. Dalam penjelajahannya mereka banyak menemukan hal-hal baru. Mereka juga banyak menjumpai suku-suku yang asing bagi mereka. Kisah-kisah petualangan dan penemuan mereka kemudian mereka catat di buku harian ataupun jurnal perjalanan. Mereka mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut. Mulai dari ciri-ciri fisik, kebudayaan, susunan masyarakat, atau bahasa dari suku tersebut. Bahan-bahan yang berisi tentang deskripsi suku asing tersebut kemudian dikenal dengan bahan etnografi atau deskripsi tentang bangsa-bangsa.

Bahan etnografi itu menarik perhatian pelajar-pelajar di Eropa. Kemudian, pada permulaan abad ke-19 perhatian bangsa Eropa terhadap bahan-bahan etnografi suku luar Eropa dari sudut pandang ilmiah, menjadi sangat besar. Karena itu, timbul usaha-usaha untuk mengintegrasikan seluruh himpunan bahan etnografi.

Fase Kedua (tahun 1800-an)

Pada fase ini, bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat pada saat itu. masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa-bangsa primitif yang tertinggal, dan menganggap Eropa sebagai bangsa yang tinggi kebudayaannya

Pada fase ini, Antopologi bertujuan akademis, mereka mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia.

Fase Ketiga (awal abad ke-20)

Pada fase ini, negara-negara di Eropa berlomba-lomba membangun koloni di benua lain seperti Asia, Amerika, Australia dan Afrika. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut, muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan-pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatan-hambatan lain. Dalam menghadapinya, pemerintahan kolonial negara Eropa berusaha mencari-cari kelemahan suku asli untuk kemudian menaklukannya. Untuk itulah mereka mulai mempelajari bahan-bahan etnografi tentang suku-suku bangsa di luar Eropa, mempelajari kebudayaan dan kebiasaannya, untuk kepentingan pemerintah kolonial.

Fase Keempat (setelah tahun 1930-an)

Pada fase ini, Antropologi berkembang secara pesat. Kebudayaan-kebudayaan suku bangsa asli yang di jajah bangsa Eropa, mulai hilang akibat terpengaruh kebudayaan bangsa Eropa.

Pada masa ini pula terjadi sebuah perang besar di Eropa, Perang Dunia II. Perang ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia dan membawa sebagian besar negara-negara di dunia kepada kehancuran total. Kehancuran itu menghasilkan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kesengsaraan yang tak berujung.

Namun pada saat itu juga, muncul semangat nasionalisme bangsa-bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari belenggu penjajahan. Sebagian dari bangsa-bangsa tersebut berhasil mereka. Namun banyak masyarakatnya yang masih memendam dendam terhadap bangsa Eropa yang telah menjajah mereka selama bertahun-tahun.

Proses-proses perubahan tersebut menyebabkan perhatian ilmu antropologi tidak lagi ditujukan kepada penduduk pedesaan di luar Eropa, tetapi juga kepada suku bangsa di daerah pedalaman Eropa seperti suku bangsa Soami, Flam dan Lapp.

DAFTAR SEMUA POSTINGAN