SELAMAT DATANG DI WEBBLOG SERBA-SERBI INDONESIA TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG

Sabtu, 26 November 2011

Membangun Karakter Intelektual Siswa


Terinspirasi dengan tulisan dalam buku Ron Ritchhart Foreword by David Perkins (2002)  Intellectual Character What It Is,Why It Matters,and How to Get It saya lontarkan pertanyaan “Apakah Saudara saat ini memiliki murid terpandai?” dalam forum diskusi yang diikuti para guru. Semua yang hadir menyatakan “Ya!”.
Saya meminta para guru menyimpan nama murid terpandai itu  di memorinya. Sejenak kemudian para mereka mendapatkan pertanyaan kedua,  “Mengapa murid itu Saudara nyatakan pandai?”. Jawaban pertanyaan yang kedua ternyata sangat beragam. Guru-guru menyatakan bahwa murid yang paling pandai itu “selalu bertanya dengan kata mengapa dan bagaimana”, “menunjukkan prestasi dalam mengerjakan soal ulangan”, “mampu mengerjakan tugas dengan cepat dan hasilnya baik” menunjukkan “selalu ingin tahu” “ disiplin dalam mengerjakan  tugas, bertanggung jawab, dan tepat waktu”.

Hari Guru Nasional


Rabu, 23 November 2011

1. Berkaitan dengan pernyataan bahwa belajar merupakan proses psikologis yang dijalani seseorang dalam kontek social tertentu penulis setuju dengan alasan :Terhadap pernyataan “ komunikasi yang berlangsung antara anak dan orang tua di rumah akan berpengaruh terhadap kualitas interaksi antara murid dan guru disekolah” penulis setuju dengan alasan :

1.      Berkaitan dengan pernyataan bahwa belajar merupakan proses psikologis yang dijalani seseorang dalam kontek social tertentu  penulis setuju dengan alasan :
a.       Proses belajar-mengajar dipengaruhi nilai-nilai inti, keyakinan, sikap, gaya kognitif, dan pola komunikasi dan bahasa dominan dalam suatu kebudayaan. Pendidikan adalah upaya membekali anak dengan ilmu dan iman agar ia mampu menghadapi dan menjalani kehidupannya dengan baik, serta mampu mengatasi permasalahannya secara mandiri. Bekal itu diperlukan karena orang tua tidak mungkin mendampingi anak terus menerus, melindungi dan membantunya dari berbagai keadaan dan kesulitan yang dihadapinya. Anak tidak akan selamanya menjadi anak. Dia akan berkembang menjadi manusia dewasa. Kalau perkembangan fisiknya secara umum berjalan sesuai dengan pertambahan umurnya, maka kemampuan kecerdasan dan perkembangan emosi serta proses adaptasi atau penyesuaian diri dan ketakwaannya sangat memerlukan asuhan dan pendidikan untuk bisa berkembang optimal. Melalui bekal pendidikan dan proses perkembangan yang dialaminya selama mendapatkan asuhan dari lingkungannya, diharapkan anak akan mampu menyongsong dan menjalani masa depannya dengan baik.

Bagaimana kontribusi hukum dan politik dalam pembelajaran IPS

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur  penulis   panjatkan kehadirat  Allah SWT  yang telah  memberikan  rahmat  dan karunia-Nya, sehingga   kami dapat  menyelesaikan penyusunan makalah ini  tepat pada waktunya.
                Dalam  makalah ini dibahas mengenai kontribusi politik dan hokum dalam pembelajaran IPS  serta pembahasan tentang  hukum sebagai alat dan cermin perubahan masyarakat.
                Saya menyadari  bahwa  dalam  penyusunan makalah  ini  masih banyak  kekurangan  karena  terbatasnya   kemampuan  dan  pengetahuan  yang kami  miliki.  Walaupun  demikian  semoga  makalah  ini bermanfaat serta dapat  menambah  wawasan kita semua.
                Dalam  penyususnan makalah  ini, kami  mengucapkan   terima kasih   kepada semua   pihak  yang telah   memberikan   dorongan  dan bantuannya sehingga  kami dapat   menyelesaikan   makalah ini.

                                                                                                Bandung, 8 November 2011                                                                                                      
Penyusun

KONSEP KONSEP ILMU HUKUM DALAM PEMBANGUNAN (PROF.DR.MUHCHTAR KUSUMA ATMADJA,SH,LL,M)





BAB I
Fungsi dan Perkembangan Hukum dalam Pengembangan Nasional
Pendahuluan
Tanda-tanda mulai tumbuhnya pengakuan tentang pentingnya fungsi hukum dalam pembangunan terlihat dari sikap masyarakat yang lesu (malaise) atau kurang percaya akan hukum dan gunanya dalam masyarakat ini mungkin kedengarannya paradoxal sekali di puncak malaise dan ketidak percayaan mengenasi guna bahkan adanya hukum di masyarakat kita.
Keadaan seperti di atas bahwa orang di satu pihak, acuh tak acuh atau hilang kepercayaan terhadap hukum, tetapi di lain pihak memiliki kepercayaan yang hebat terhadap kekuatan yang seakan akan megisreligius dari pada hukum mencirikan cara berpikir kita umumnya tentang hukum. Kedua anggapan yang sangat bertlawanan tentang hukum sama-sama kurang tepat.
Kesemuanya ini memaksa kita untuk  memahami fungsi hukum dalam masyarakat ini dengan lebih wajar dengan mencoba meneliti arti dari fungsi hukum itu secara rasional.

Menurut Eimile Durkheim,teori-teori yang termasuk ke dalam definisi sosial, fakta sosial dan perilaku sosial.,Bagaimana kritisasi anda terhadap pembangunan di Indonesia setelah 66 tahun merdeka berdasarkan ketiga model di atas.Menurut Heestermann (1973:111) bahwa, …successful modernity does not mean the supersession of tradition or the superimposition on it of a different order.



1.      Menurut Eimile Durkheim dalam bukunya The Rules of Sociological Method (1964:64) bahwa fakta sosial adalah: (1) A social fact is normal, in relation to a given social type at a given phase of its development, when it is present in the evarege society of that species at the corresponding phase of its evolution; (2) One can verify the results of the preceding method by showing that the generality of the phenomenon is bound up wih the general conditions of collective life of the social type considered; (3) This verification is necessary when the fact in question occurs in a social species which has not yet reached the full course of its evolution.

a.      Apa maksud pendapat tersebut di atas!
Durkheim menekankan bahwa tugas sosiologi adalah mempelajari apa yang dia sebut fakta-fakta sosial. Ia membayangkan fakta sosial sebagai kekuatan (forces) dan struktur yang berskala eksternal dan memaksa individu. Pendapat di atas bukan berupa definisi fakta sosial melainkan berupa gambaran dari normal tidaknya suatu fakta sosial dan metode untuk menguji kenormalan itu. Disebutkan bahwa untuk menguji kenormalan suatu fakta sosial perlu dipertimbangkan berdasarkan taraf perkembangan (evolusi) dari masyarakat tempat fakta sosial tersebut berada dan seberapa jauh fakta tersebut dianggap umum (dapat digeneralisasi) di masyarakat tersebut. Pendapat di atas bukan berupa definisi fakta sosial melainkan berupa gambaran dari normal tidaknya suatu fakta sosial dan metode untuk menguji kenormalan itu. Disebutkan bahwa untuk menguji kenormalan suatu fakta sosial perlu dipertimbangkan berdasarkan taraf perkembangan (evolusi) dari masyarakat tempat fakta sosial tersebut berada dan seberapa jauh fakta tersebut dianggap umum (dapat digeneralisasi) di masyarakat tersebut.
b.      Apa perbedaan teori struktural dengan teori fungsional.

1. Clifford Geertz dan Agama Jawa (Abangan, Santri dan Priyayi)


Clifford Geertz adalah penulis buku legendaris The Religion of Java, yang populer sekaligus penting bagi diskusi tentang agama di Indonesia, khususnya di Jawa. Pandangan Geertz yang mengungkapkan tentang adanya trikotomi--abangan, santri dan priyayi--di dalam masyarakat Jawa, ternyata telah mempengaruhi banyak orang dalam melakukan analisis baik tentang hubungan antara agama dan budaya, ataupun hubungan antara agama dan politik. Dalam diskursus interaksi antara agama, khususnya Islam, dan budaya di Jawa, pandangan Geertz telah mengilhami banyak orang untuk melihat lebih mendalam tentang interrelasi antara keduanya. Keterpengaruhan itu bisa dilihat dari beberapa pandangan yang mencoba menerapkan kerangka berfikir Geertz ataupun mereka yang ingin melakukan kritik terhadap wacana Geertz
Clifford Geertz dilahirkan di San Francisco, California, Amerika Serikat pada tanggal 23 Agustus 1926. Dia merupakan ahli antropologi budaya yang beberapa kali melakukan penelitian lapangan di Indonesia dan Maroko. Dia menulis esai tentang ilmu-ilmu sosial serta merupakan pelopor pendekatan “interpretif” dalam bidang antropologi.

Postmodernisme

Postmodernisme secaraharfiahberarti 'setelah modernis gerakan'. Sementara "modern" itusendirimerujukpadasesuatu "yang berhubungandenganmasakini", gerakan modernisme danpostmodernismereaksiberikutdidefinisikanolehseperangkatperspektif. Digunakandalam teorikritis untukmerujukpadasuatutitiktolakuntuk karya sastra, drama, arsitektur, sinema, jurnalisme dan desain, serta dalampemasarandanbisnisdandalampenafsiransejarah, hukum, budaya dan agama di akhir 20 danawalabad 21.
Postmodernisme  adalah sebuah estetika, sastra, politik atau filsafats osial, yang merupakan dasar dari upaya untuk menggambarkan suatukondisi, atau suatukeadaan, atau sesuatu yang berkaitan dengan perubahan pada lembaga-lembagadan kondisi-kondisi (seperti dalam Giddens, 1990) sebagai postmodernitas. Dengan kata lain, postmodernisme adalah "fenomena budaya dan intelektual", terutama sejak tahun 1920-an 'gerakan-gerakan baru dalam seni, sementara postmodernitas berfokus pada social dan politik outworkings dan inovasi  global, terutama sejak tahun 1960-an di Barat.
The Compact Oxford Dictionary Inggrismengacupadapostmodernismesebagai

ANALISIS PANDANGAN/PENDAPAT CLIFFORD GERTZ, CORNELIS VAN VOLLENHOVEN DAN ABRAHAM MASLOW





1. Clifford Geertz Tentang Agama Jawa (Abangan, Santri, Priyayi)

Clifford Geertz adalah penulis buku legendaris The Religion of Java, yang populer sekaligus penting bagi diskusi tentang agama di Indonesia, khususnya di Jawa. Pandangan Geertz yang mengungkapkan tentang adanya trikotomi--abangan, santri dan priyayi--di dalam masyarakat Jawa, ternyata telah mempengaruhi banyak orang dalam melakukan analisis baik tentang hubungan antara agama dan budaya, ataupun hubungan antara agama dan politik. Dalam diskursus interaksi antara agama, khususnya Islam, dan budaya di Jawa, pandangan Geertz telah mengilhami banyak orang untuk melihat lebih mendalam tentang interrelasi antara keduanya. Keterpengaruhan itu bisa dilihat dari beberapa pandangan yang mencoba menerapkan kerangka berfikir Geertz ataupun mereka yang ingin melakukan kritik terhadap wacana Geertz.

SOSIO ANTROPOLOGI PENDIDIKAN




Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir kemudian di Eropa.
Potret Auguste Comte.

Sejak awal masehi hingga abad 19, Eropa dapat dikatakan menjadi pusat tumbuhnya peradaban dunia, para ilmuwan ketika itu mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.

Dalam buku itu, Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya.

Tiga tahapan itu adalah :

PANDANGAN ISLAM TERHADAP DEMOKRASI



Perdebatan Islam dan Demokrasi
            Hubungan antara Islam dan demokrasi atau dengan kata lain, potensi demokrasi Islam sebagai sebuah agama, budaya dan peradaban masih menjadi isu yang sangat kontroversial. Salah satu sisi perdebatan adalah adanya pembedaan yang seringkali dibuat menyangkut nilai-nilai disatu sisi dan teknik pada lain sisi. Teknik-teknik dinyatakan bersifat netral dari sudut pandang agama dan moral yang berarti pula bisa di ambil dan diadopsi dari masyarakat Barat dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam yang utuh dan tidak diselewengkan. Kenyataan yang melahirkan sikap moderasi, suatu sikap yang dilahirkan dari asumsi bahwa tidak semua ajaran dalam demokrasi bertentangan secara diametral melainkan ada kesejalanan dengan Islam dalam pelaksanaan yang bersifat teknis.
Selain persoalan tersebut, yang tak kalah kontroversialnya adalah persoalan perlunya suatu otoritas politik untuk menerapkan seperangkat hukum agama (Islam), suatu yang sangat ditentang dalam demokrasi. Alasannya tidak boleh ada dominasi politik tertentu dalam demokrasi, melainkan dalam demokrasi tersebut haruslah mencerminkan kepentingan seluruh komunitas. Sesuatu yang senyatanya mencerminkan paradoksial-paradoksial. Oleh karenanya dapat dilihat bahwa teori dan praktek selalu tak pernah sejalan. Salah satu contohnya adalah asumsi suara mayoritas dalam pengambilan keputusan. Kenyataan bahwa tidak semua pandangan mayoritas dijadikan keputusan dan hampir semua pandangan mayoritas tertolak dalam pengambilan keputusan.

PSIKOLOGI DAN KURIKULUM ILMU SOSIAL


Sebagai ilmu dan profesi berkaitan dengan studi tentang perilaku manusia, psikologi jembatan ilmu-ilmu alam dan sosial. Isi psikologi dapat berkontribusi untuk tujuan pendidikan K-12 studi Sosial dalam sejumlah cara: dalam pengembangan pengetahuan diri; dalam memahami perilaku lainnya baik secara individu maupun dalam konteks sosiocutiral, dalam ecquisition keterampilan studi dan dalam pemahaman dan persiapan untuk berbagai peran yang dimainkan oleh individu (misalnya keluarga, orang tua, jenis kelamin, etnis, kelas dan carier tersebut). Selain presentasi kepada isi attems disiplin psikologi untuk mendorong terbuat dari thingking berpikir kritis ketergantungan pada metode tujuan penyelidikan demikian,. Teori-teori psikologis dan pernyataan terbuka untuk pertanyaan dan modifikasi s dalam terang informasi baru, sehingga adalah mahasiswa psicology enchourraged untuk mengevaluasi teori-teori dan keyakinan mereka dalam terang informasi baru, sehingga adalah mahasiswa psikologi didorong untuk mengevaluasi teori-teori dan keyakinan mereka dalam terang informasi yang obyektif.

Kamis, 17 November 2011

Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Malaysia Di RCTI, SEA Games 2011, Kamis, 17 November, 2011

Timnas Indonesia U-23 akan melakoni laga terakhir babak penyisihan grup sepak bola SEA Games 2011 melawan Malaysia hari Kamis nanti tanggal 17 November, 2011. Pertandingan Indonesia vs Malaysia ini akan digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, siaran langsung pertandingan ini bisa anda saksikan di RCTI, kick-off nya akan dimulai pada pukul 19:00 WIB.

Rabu, 16 November 2011

BELAJAR

BELAJAR ITU HAK
BELAJAR ITU BUKAN KEWAJIBAN

BELAJAR ITU MENYENANGKAN
BUKAN MEMBEBANI

Paribasa Papatah kolot (Pepatah Orang Tua)


Paribasa atau pepatah yang sudah diinformasikan secara lisan turun temurun dari para leluhur (karuhun) untuk bekal menjalani kehidupan.

1. Hubungan Dengan Sesama Mahluk

* Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek (Trust - ngak boleh korupsi, maling, nilep, dlsb... kalo mo ngambil sesuatu harus seijin yg punya).
* Sacangreud pageuh sagolek pangkek (Commitment, menepati janji & consitent).
* Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina (integrity harus mengikuti etika yang ada)
* Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang (communication skill, berbicara harus tepat, jelas, bermakna.. tidak asbun).
* Kudu hade gogod hade tagog (Appearance harus dijaga agar punya performance yg okeh dan harus consitent dengan perilakunya --> John Robert Power melakukan training ini mereka punya Personality Training, dlsb).
* Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh (harus saling mencintai, memberi nasihat dan mengayomi).
* Pondok jodo panjang baraya (siapapun walopun jodo kita tetap persaudaraan harus tetap dijaga)
* Ulah ngaliarkeun taleus ateul (jangan menyebarkan isu hoax, memfitnah, dlsb).
* Bengkung ngariung bongok ngaronyok (team works & solidarity dalam hal menghadapi kesulitan/ problems/ masalah harus di solve bersama).
* Bobot pangayun timbang taraju (Logic, semua yang dilakukan harus penuh pertimbangan fairness, logic, common sense, dlsb)
* Lain palid ku cikiih lain datang ku cileuncang (Vision, Mission, Goal, Directions, dls

* Kudu nepi memeh indit (Planning & Simulation... harus tiba sebelum berangkat, make sure semuanya di prepare dulu).
* Taraje nangeuh dulang pinande (setiap tugas harus dilaksanakan dengan baik dan benar).
* Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian (jangan berebut kekuasaan).
* Ulah ngukur baju sasereg awak (Objektivitas, jangan melihat dari hanya kaca mata sendiri).
* Ulah nyaliksik ku buuk leutik (jangan memperalat yang lemah/ rakyat jelata)
* Ulah keok memeh dipacok (Ksatria, jangan mundur sebelum berupaya keras).
* Kudu bisa kabulu kabale (Gawul, kemana aja bisa menyesuaikan diri).
* Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih (Research & Development, Ngulik, Ngoprek, segalanya harus pakai akal dan harus terus di ulik, di teliti, kalo sudah diteliti dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan).
* Cai karacak ninggang batu laun laun jadi dekok (Persistent, keukeuh, semangat pantang mundur).
* Neangan luang tipapada urang (Belajar mencari pengetahuan dari pengalaman orang lain).
* Nu lain kudu dilainkeun nu enya kudu dienyakeun (speak the truth nothing but the truth).
* Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay tangan (saling bekerjasama membangun kemitraan yang kuat).
* Ulah taluk pedah jauh tong hoream pedah anggang jauh kudu dijugjug anggang kudu diteang (maju terus pantang mundur).
* Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak (Kompak/ team work).

2. Hubungan Dengan Tuhan (Yang Maha Kuasa)
* Mulih kajati mulang kaasal (semuanya berasal dari Yang Maha Kuasa yang maha murbeng alam, semua orang akan kembali keasalnya).
* Dihin pinasti anyar pinanggih (semua kejadian telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa yang selalu menjaga hukum-hukumnya).
* Melak cabe jadi cabe melak bonteng jadi bonteng, melak hade jadi hade melak goreng jadi goreng (Hukum Yang Maha Kuasa adalah selalu menjaga hukum-2nya, apa yang ditanam itulah yang dituai, kalau kita menanam kebaikan walaupun sekecil elektron tetep akan dibalas kebaikan pula, kalau kita menanam keburukan maka keburukan pula yg didapat.... kira-2 apa yang sudah kita tanam selama ini sampai-2 Indonesia nyungseb seeeeeb ;))? )
* Manuk hiber ku jangjangna jalma hirup ku akalna (Gunakan akal dalam melangkah, buat apa Yang Maha Kuasa menciptakan akal kalau tidak digunakan sebagai mestinya).
* Nimu luang tina burang (semua kejadian pasti ada hikmah/ manfaatnya apabila kita bisa menyikapinya dengan cara yang positive).
* Omat urang kudu bisa ngaji diri (kita harus bisa mengkaji diri sendiri jangan suka menyalahkan orang lain)
* Urang kudu jadi ajug ulah jadi lilin (Jangan sampai kita terbakar oleh ucapan kita, misalnya kita memberikan nasihat yagn baik kepada orang lain tapi dalam kenyataan sehari- hari kita terbakar oleh nasihat-2 yang kita berikan kepada yang lain tsb, seperti layaknya lilin yang memberikan penerangan tapi ikut terbakar abis bersama api yang dihasilkan).

3. Hubungan Dengan Alam
* Gunung teu meunang di lebur, sagara teu meunang di ruksak, buyut teu meunang di rempak
(Sustainable Development ~ Gunung tidak boleh dihancurkan, laut tidak boleh dirusak dan sejarah tidak boleh dilupakan... harus serasi dengan alam.).
* Tatangkalan dileuweung teh kudu di pupusti (Pepohonan di hutan ituh harus di hormati, harus dibedakan istilah dipupusti (dihormati) dengan dipigusti (di Tuhankan) banyak yang salah arti disini).
* Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak (hutan harus dijaga, sumber air harus dimaintain kalo tidak maka manusia akan sengsara).


Sumber: Papatah Kolot (Pepatah Orang Tua) beredar di kampung-2 adat Sunda, dlsb.

Mendiknas: Penerapan Pendidikan Karakter Dimulai SD


  Antara News
Pendidikan karakter yang dicanangkan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan diterapkan pada semua jenjang pendidikan, namun porsinya akan lebih besar diberikan pada Sekolah Dasar (SD).

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh, di Medan, Sabtu, mengatakan, pendidikan karakter harus dimulai sejak dini yakni dari jenjang pendidikan SD.

Pada jenjang SD ini porsinya mencapai 60 persen dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya.Hal ini agar lebih mudah diajarkan dan melekat dijiwa anak-anak itu hingga kelak ia dewasa.



"Pendidikan karakter harus dimulai dari SD karena jika karakter tidak terbentuk sejak dini maka akan susah untuk merubah karakter seseorang,"katanya saat menjadi pembicara pada acara seminar nasional "Pendidikan Karakter Bangsa" yang merupakan rangkaian acara rapat pimpinan Program Pasca Sarjana (PPs) Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia di Universitas Negeri Medan (Unimed).

Ia mengatakan, pendidikan karakter tidak mendapatkan porsi yang besar pada tingkat Taman Kanak-kanak (TK) atau sejenisnya karena TK bukan merupakan sekolah tetapi taman bermain.

"TK itu taman bermain untuk merangsang kreativitas anak, bukan tempat belajar. Jadi jika ada guru TK yang memberikan tugas atau PR maka itu guru kurang kerjaan dan tak paham tugasnya," katanya.

Menurut dia, dalam menanamkan karakter pada seseorang yang paling penting adalah kejujuran karena kejujuran bersifat universal.

Dalam hal ini siswa SD yang masih belum terkontaminasi dengan sifat yang kurang baik sangat memungkinkan untuk ditanamkan sifat-sifat atau karakter untuk membangun bangsa.

Untuk itu, selain orang tua, guru SD juga mempunyai peranan yang sangat vital untuk menempah karakter siswa.

"Pembinaan karakter yang termudah dilakukan adalah ketika anak-anak masih duduk di bangku SD. Itulah sebabnya kita memprioritaskan pendidikan karakter di tingkat SD. Bukan berarti pada jenjang pendidikan lainnya tidak mendapat perhatian namun porsinya saja yang berbeda," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi pembangunan karakter, sehingga anggota masyarakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan norma-norma di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama.

Pembangunan karakter dan pendidikan karakter menjadi suatu keharusan karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik menjadi cerdas, juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun sehingga keberadaannya sebagai anggota masyarakat menjadi bermakna baik bagi dirinya maupun orang lain.

"Intinya pembinaan karakter harus dilakukan pada semua tingkat pendidikan hingga Perguruan Tinggi (PT) karena PT harus mampu berperan sebagai mesin informasi yang membawa bangsa ini menjadi bangsa yang cerdas, santun, sejahtera dan bermartabat serta mampu bersaing dengan bangsa manapun," katanya.

Pada kesempatan itu, Mendiknas Muhammad Nuh juga diberikan sebuah buku yang berjudul" Pendidikan Karakter Dalam Pembangunan Bangsa" setebal 200 halaman yang di susun oleh pimpinan atau direktur PPs LPTK se-Indonesia sebagai salah satu hasil rapim PPs LPTK se-Indonesia tahun lalu. (*)

18 Nilai dalam Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


Ada 18 nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dibuat oleh Diknas.  Mulai tahun ajaran 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia harus menyisipkan pendidikan berkarakter tersebut dalam proses pendidikannya.
18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas adalah:
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber: Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa, oleh Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional, 2010

Rabu, 09 November 2011

INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA GURU (IPKG) I

INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA GURU (IPKG) I
 Perencanaan Pembelajaran


1.   NAMA GURU/ CALON GURU          :           ……………………………………
2.  NO PESERTA                                : ……………………………………
3.  SEKOLAH TEMPAT UJIAN              : ……………………………………
4.  KELAS                                         : ……………………………………
5.  MATA PELAJARAN                        : ……………………………………
6.  WAKTU                                        : ……………………………………
7.  TANGGAL                                              :  ……………………………
 
 










 

 

 


PETUNJUK

Baca dengan cermat rencana pembelajaran yang akan digunakan oleh guru/ calon guru ketika mengajar. Kemudian, nilailah semua aspek yang terdapat dalam rencana tersebut dengan menggunakan butir-butir penilaian di bawah ini.

1.  Merumuskan tujuan pembelajaran                    1        2        3        4
1.1     Merumuskan kompetensi dasar/ indikator
        hasil belajar
1.2     Merancang dampak pengiring berbentuk
        kecakapan hidup (life skill)
                                                                                                                                      Rata-rata butir 1 = A
2.  Mengembangkan dan mengorganisasikan materi,
      media pembelajaran, dan sumber belajar
2.1     Mengembangkan dan mengorganisasikan
materi pembelajaran
2.2     Menentukan dan mengembangkan
media pembelajaran
2.3     Memilih sumber belajar  

Sabtu, 05 November 2011

Ucapan Idul Adha

Ucapan Idul Adha
"Hidup adalah sebuah_pencarian. Labuhkan pencarian hidupmu hanya pada Yang Maha Kekal meski_harus penuh pengorbanan. Layaknya pencarian dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang hanif. Selamat_hari raya Idul Adha.”

Ucapan Idul Adha
"Ketulusan hati sering terlukai_dengan keegoan. Keikhlasan penghambaan sering terguris_dengan keangkuhan. Nabi Ibrahim AS selalu menjadi inspirasi tak_bertepi untuk perbaiki diri. Selamat Idul Adha."

Ucapan Idul Adha
"Selamat hari Raya Idul Adha. Semoga kita_dapat meneladani kualitas pengorbanan Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS dan semoga ALLAH memberi kita kekuatan dalam meneladani dua teladan_agung ini. Amin."
 Ucapan Idul Adha
Semoga hidupmu dipenuhi kelezatan,
selezat sate kambing di hari raya qurban.
Imanmu dipenuhi ketegaran,
setegar Ismail dan domba sembelihan.
Serta hari-harimu dalam bimbingan,
seperti Ibrahim sang Kekasih ALLAH.
Selamat Idul Adha.
---------------Ucapan Idul Adha ------------------------------------------------------------
Idul Adha adalah saat untuk merayakan
semangatmu dalam berkurban
harapanmu pada ampunan
dan keteguhanmu dalam beriman.
--------------------Ucapan Idul Adha -------------------------------------------------------
Naik unta pergi berhaji
berbekal iman dan ketaqwaan.
Idul Adha saat berbagai
lambang ukhuwan dan persaudaraan.
Selamat Hari Raya Idul Adha.
--------------Ucapan Idul Adha -------------------------------------------------------------
Sebelum terbit mentari
Semburatnya kan kuhiasi
Untaian doa dan harapan
Untukmu di hari raya kurban
--------------Ucapan Idul Adha -------------------------------------------------------------
Kambing bakar bersaus tiram
Sungguh nikmat untuk santapan.
Allahu akbar walillaahil hamd
Selamat Idul Adha kami ucapkan.

Ucapan Idul Adha
"Selamat hari Raya Idul Adha. Semoga ALLAH melimpahkan cinta Nabi Ibrahim AS kepada ALLAH kedalam diri_kita sampai akhir hayat kita."

Ucapan Idul Adha
Mari jadikan Idul adha momentum menyambungkan tali silaturahmi, melatih kepekaan, empati, dan mengikis kebencian di hati.
Ucapan Idul Adha
"Daging (qurban) dan darahnya itu_sekali – kali tidak akan sampai kepada ALLAH, tetapi yang_sampai kepada-NYA adalah ketakwaan kamu. (QS. Al-Hajj ayat 37). Selamat_hari Idul Adha."

Ucapan Idul Adha
"Kami sekeluarga mohon_maaf lahir-batin. Selamat idul Adha. Semoga perjalanan hidup_kita semakin mudah dengan rezeki yang cukup dan berkah. Salam_untuk keluarga."

Ucapan Idul Adha
"ALLAHU AKBAR 3x
Gema takbir berkumandang memecahkan suwasana_sepi yang merasuk sukma dan menenangkan jiwa. Semoga suwasana itu jadi bagian di hari raya Qurban ini bagi kita semua. Amin."

Kamis, 03 November 2011

PKG( Penilaian Kinerja Guru)


Penilaian kinerja guru merupakan:
1.Penghargaan atas presta
si guru,sehingga dikaitkan dengan peningkatan dan pengembangan karir guru
; 2.PKG menjamin layanan pendidikan yang diberikan guru adalah berkualitas;
3.PKG menjamin menjamin bahwa guru melaksanakan pekerjaannya secara profesional;
4.PKG terkait langsung dengan guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Yang menjadi dasar PKG adalah: Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16/2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, BNSP versi 6.0.11/2008 Kerangka Indikator untuk Pelaporan Pencapaian Satandar Nasional Pendidikan: Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, dan Permenegpan dan RB nomor 16/2009 tentang Jabatan Fungsional Guru.

Penilaian Kinerja Guru mencakup 14 Kompetensi GURU, yang meliputi; Kompetensi Pedagogik ( 7 kompetensi), Kompetensi Kepribadian (2 kompetensi), Kompetensi Sosial (2 kompetensi), Kompetensi Profesional (2 kompetensi).

KOMPETENSI PEDAGOGI (Pembelajaran)

Pengertian islam

Arti yang sebenarnya dari Islam adalah penerimaan dari suatu
pandangan atau suatu keadaan yang mula-mula ditolak atau
tidak diterima.
Di dalam Al-Qur’an, Islam, seringkali diartikan kerelaan
dari seseorang untuk menjalankan perintah Tuhan dan
mengikutinya.
“Moslem” adalah kata keadaan daripada Islam. Ini berkenaan
dengan orang yang bersedia (rela) menjalankan perintah Tuhan
dan mengikutinya.
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani
akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi menyerahkan
diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia dari
golongan orang-orang musyrik.” 3:67.
Dua kata-kata itu, memperoleh arti yang khusus setelah
mengenal pesan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad.
Pesan yang disampaikan pada Muhammad dinamakan Islam, dan
mengaku percaya pada pesan-pesannya adalah juga Islam.
Moslem, berarti seorang yang mengikuti pesan Muhammad dan
percaya akan kebenarannya.

Pengertian Islam bisa kita bedah dari dua aspek, yaitu aspek kebahasaan dan aspek peristilahan. Dari segi kebahasaan, Islam berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian. Oleh sebab itu orang yang berserah diri, patuh, dan taat kepada Allah swt. disebut sebagai orang Muslim.
Dari uraian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kata Islam dari segi kebahasaan mengandung arti patuh, tunduk, taat, dan berserah diri kepada Allah swt. dalam upaya mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Hal itu dilakukan atas kesadaran dan kemauan diri sendiri, bukan paksaan atau berpura-pura, melainkan sebagai panggilan dari fitrah dirinya sebagai makhluk yang sejak dalam kandungan telah menyatakan patuh dan tunduk kepada Allah.
Adapun pengertian Islam dari segi istilah, banyak para ahli yang mendefinisikannya; di antaranya Prof. Dr. Harun Nasution. Ia mengatakan bahwa Islam menurut istilah (Islam sebagai agama) adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad saw. sebagai Rasul. Islam pada hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang bukan hanya mengenal satu segi, tetapi menganal berbagai segi dari kehidupan manusia.
Sementara itu Maulana Muhammad Ali mengatakan bahwa Islam adalah agama perdamaian; dan dua ajaran pokoknya, yaitu keesaan Allah dan kesatuan atau persaudaraan umat manusia menjadi bukti nyata bahwa agama Islam selaras benar dengan namanya. Islam bukan saja dikatakan sebagai agama seluruh Nabi Allah, sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an, melainkan pula pada segala sesuatu yang secara tak sadar tunduk sepenuhnya pada undang-undang Allah.
Di kalangan masyarakat Barat, Islam sering diidentikkan dengan istilah Muhammadanism dan Muhammedan. Peristilahan ini timbul karena pada umumnya agama di luar Islam namanya disandarkan pada nama pendirinya. Di Persia misalnya ada agama Zoroaster. Agama ini disandarkan pada nama pendirinya, Zarathustra (W.583 SM). Agama lainnya, misalnya agama Budha, agama ini dinisbahkan kepada tokoh pendirinya, Sidharta Gautama Budha (lahir 560 SM). Demikian pula nama agama Yahudi yang disandarkan pada orang-orang Yahudi (Jews) yang berasal dari negara Juda (Judea) atau Yahuda.
Penyebutan istilah Muhammadanism dan Muhammedan untuk agama Islam, bukan saja tidak tepat, akan tetapi secara prinsip hal itu merupakan kesalahan besar. Istilah tersebut bisa mengandung arti bahwa Islam adalah paham Muhammad atau pemujaan terhadap Muhammad, sebagaimana perkataan agama Budha yang mengandung arti agama yang dibangun oleh Sidharta Gautama Budha atau paham yang berasal dari Sidharta Gautama. Analogi nama dengan agama-agama lainnya tidaklah mungkin bagi Islam.
Berdasarkan keterangan tersebut, Islam menurut istilah mengacu kepada agama yang bersumber pada wahyu yang datang dari Allah swt, bukan berasal dari manusia/Nabi Muhammad saw. Posisi Nabi dalam agama Islam diakui sebagai orang yang ditugasi Allah untuk menyebarkan ajaran Islam tersebut kepada umat manusia. Dalam proses penyebaran agama Islam, nabi terlibat dalam memberi keterangan, penjelasan, uraian, dan tata cara ibadahnya. Keterlibatan nabi ini pun berada dalam bimbingan wahyu Allah swt.
Dengan demikian, secara istilah, Islam adalah nama agama yang berasal dari Allah swt. Nama Islam tersebut memiliki perbedaan yang luar biasa dengan nama agama lainnya. Kata Islam tidak mempunyai hubungan dengan orang tertentu, golongan tertentu, atau negeri tertentu. Kata Islam adalah nama yang diberikan oleh Allah swt. Hal itu dapat dipahami dari petunjuk ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan Allah swt.
Selanjutnya, dilihat dari segi misi ajarannya, Islam adalah agama sepanjang sejarah manusia. Agama dari seluruh Nabi dan Rasul yang pernah diutus oleh Allah swt. pada berbagai kelompok manusia dan berbagai bangsa yang ada di dunia ini. Islam adalah agama Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Yakub, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Isa, Nabi Muhammad saw. Dengan kata lain, seluruh Nabi dan Rasul beragama Islam dan mengemban risalah menyampaikan Islam. Hal itu dapat dipahami dari ayat-ayat yang terdapat di dalam Al Qur’an yang menegaskan bahwa para Nabi tersebut termasuk orang yang berserah diri kepada Allah.
Kesimpulannya, Islam secara bahasa berarti tunduk, patuh, dan damai. Sedangkan menurut istilah, Islam adalah nama agama yang diturunkan Allah untuk membimbing manusia ke jalan yang benar dan sesuai fitrah kemanusiaan. Islam diturunkan bukan kepada Nabi Muhammad saja, tapi diturunkan pula kepada seluruh nabi dan rasul. Sesungguhnya seluruh nabi dan rasul mengajarkan Islam kepada umatnya. Wallahu A’lam.
Al Qur’an menyatakan bahwa:
Sesungguhnya agama di sisi Allah (hanyalah) Islam …. Barang siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya. (Ali ‘Imraan 3:19,85).
Al Qur’an menyatakan hal ini karena kata ‘Islam’ itu sendiri berarti menyerahkan diri kepada Allah SWT Yang Maha Pencipta. Selanjutnya Al Qur’an juga menyatakan:
Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, barangsiapa yang beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala di sisi Tuhan mereka, tidak ada ketakutan bagi mereka, dan tidak (pula) mereka berduka cita. (Al Baqarah 2:62).

DAFTAR SEMUA POSTINGAN