SELAMAT DATANG DI WEBBLOG SERBA-SERBI INDONESIA TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG
PayPal.Me/Techerbandung.

Selasa, 06 Oktober 2009

SDN 1 CIHAMPELAS KAB. BANDUNG BARAT mendapat role sharing

Rehab Ruang Kelas


PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH SDN 1 CIHAMPELAS


Syukur Alhamdulilah berkat bantuan dana Role Sharing SDN I Cihampelas mendapat kucuran dana untuk rehab ruangan 1 lokal dengan besaran dana RP. 40.000.000,- (Empat puluh juta rupiah). yang dibangun awal Agustus 2009 dan sekarang tinggal tahap finishing, tentunya dengan direhabnya ruang kelas ini akan memberikan kenyamanan pada peserta

PENGUMUMAN SERTIFIKASI

Pengumuman Sertifikasi 2007-2008

DAFTAR BERKAS KELENGKAPAN UNTUK TUNJANGAN PROFESI YANG TELAH DITERIMA OLEH PMPTK
PESERTA PROGRAM SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN MELALUI JALUR PENDIDIKAN ANGKATAN 2007/2008 YANG TELAH LULUS UJI KOMPETENSI
NO LPTK NO PESERTA dari
PMPTK
NO PESERTA dari
LPTK NAMA PESERTA NIP ASAL SEKOLAH PROVINSI KABUPATEN/KOTA KETERANGAN
1 UM 07220709799004 607911154521 I Nyoman Darmada, S.Pd 131574952 SMP Guru Kula Bali Kab. Bangli Sudah Diterima
Last update : 09 September 2009 pukul 17.00 WIB
2 UM 07220710099002 607912154500 I Komang Alit, S.Pd 600015273 SMPN 4 Kintamani Bali Kab. Bangli Sudah Diterima
3 UNS 07220710799003 I Made Karba Darmika, S.Pd 132132460 SMPN 1 Bangli Bali Kab. Bangli Sudah Diterima
4 UNESA 07220708499001 74257017 I Gusti Ngurah Yuda,S.Pd 131574936 SMPN 2 Tembuku, Bangli Bali Kab. Bangli Sudah Diterima
5 UNDIKSHA 07220709099006 I Wayan Semadi, S.Pd 131944324 SMPN 1 Kintamani Bali Kab. Bangli Sudah Diterima
6 UNJ 07290181099008 08290181000044 Wisnu Wardoyo, S.Pd. 132201986 SMP N 2 Sungailiat Bangka Belitung Kab. Bangka Sudah Diterima
7 UNP 07290108499007 07290108400001 Drs. Amran 132198311 SMP N 3 Sungailiat Bangka Belitung Kab. Bangka Sudah Diterima
8 USD 07280202799009 81131027 Soleh, S.Pd. 132017394 SDN Cidadap 01 Banten Kab. Lebak Sudah Diterima
9 UNIB 07260109099017 08260109000005 Suarno, S.Pd 131572480 SMPN 4 Arga Makmur Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Sudah Diterima
10 UNP 07260108499011 07260108400001 Entin, S.Pd - SMP N 1 Batik Nau Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Sudah Diterima
11 UNS 07260110099016 Solita Meida, S.Pd 132130991 SMPN 2 Padang Jaya Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Sudah Diterima
12 UNIB 07260109099013 08260109000002 Evi Kusnadi, S.Pd 132183340 SMPN 1 Talang Empat Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Sudah Diterima
13 UNJA 07166302799385 7139747652200083 Supriyanto, S.Pd 132076801 SMPN 4 Pondok Kelapa Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Sudah Diterima
14 UNJA 07260108799010 2443737639200083 Bani Suparman, S.Pd 131275445 SMPN 2 Pondok Kelapa Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Sudah Diterima
15 UNJA 07260108799012 6948749651300092 Erriyanto, S.Pd 132067125 SMPN 4 Pondok Kelapa Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Sudah Diterima
16 UNJA 07260108799015 3657742644200032 Ridwan Simatupang, S.Pd 131810258 SMPN 2 Girimulya Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Sudah Diterima
17 UNILA 07260102799019 083022 Wahyudi, S.Pd 131716317 SDN 18 Arga Makmur Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Sudah Diterima

PENDIDIKAN

Jumat, 2009 September 25

Empat Pilar Pendidikan



Untuk menghadapi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan dunia yang sangat cepat, Unesco (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) merumuskan empat pilar belajar, yaitu: belajar mengetahui (learning to know), belajar berkarya (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar berkembang secara utuh (learning to be).

1. Belajar mengetahui (learning to know)

Belajar mengetahui berkenaan dengan perolehan, penguasaan dan pemanfaatan informasi. Dewasa ini terdapat ledakan informasi dan pengetahuan. Hal itu bukan saja disebabkan karena adanya perkembangan yang sangat cepat dalam bidang ilmu dan teknologi, tetapi juga karena perkembangan teknologi yang sangat cepat, terutama dalam bidang elektronika, memungkinkan sejumlah besar informasi dan pengetahuan tersimpan, bisa diperoleh dan disebarkan secara cepat dan hampir menjangkau seluruh planet bumi. Belajar mengetahui merupakan kegiatan untuk memperoleh, memperdalam dan memanfaatkan pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dengan berbagai upaya perolehan pengetahuan, melalui membaca, mengakses internet, bertanya, mengikuti kuliah, dll. Pengetahuan dikuasai melalui hafalan, tanya-jawab, diskusi, latihan pemecahan masalah, penerapan, dll. Pengetahuan dimanfaatkan untuk mencapai berbagai tujuan: memperluas wawasan, meningkatakan kemampuan, memecahkan masalah, belajar lebih lanjut, dll.

Jacques Delors (1996), sebagai ketua komisi penyusun Learning the Treasure Within, menegaskan adanya dua manfaat pengetahuan, yaitu pengetahuan sebagai alat (mean) dan pengetahuan sebagai hasil (end). Sebagai alat, pengetahuan digunakan untuk pencapaian berbagai tujuan, seperti: memahami lingkungan, hidup layak sesuai kondisi lingkungan, pengembangan keterampilan bekerja, berkomunikasi. Sebagai hasil, pengetahuan mereka dasar bagi kepuasaan memahami, mengetahui dan menemukan.

Pengetahuan terus berkembang, setiap saat ditemukan pengetahuan baru. Oleh karena itu belajar mengetahui harus terus dilakukan, bahkan ditingkatkan menjadi knowing much (berusaha tahu banyak).

2. Belajar berkarya (learning to do)

Agar mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam masyarakat yang berkembang sangat cepat, maka individu perlu belajar berkarya. Belajar berkarya berhubungan erat dengan belajar mengetahui, sebab pengetahuan mendasari perbuatan. Dalam konsep komisi Unesco, belajar berkarya ini mempunyai makna khusus, yaitu dalam kaitan dengan vokasional. Belajar berkarya adalah balajar atau berlatih menguasai keterampilan dan kompetensi kerja. Sejalan dengan tuntutan perkembangan industri dan perusahaan, maka keterampilan dan kompetisi kerja ini, juga berkembang semakin tinggi, tidak hanya pada tingkat keterampilan, kompetensi teknis atau operasional, tetapi sampai dengan kompetensi profesional. Karena tuntutan pekerjaan didunia industri dan perusahaan terus meningkat, maka individu yang akan memasuki dan/atau telah masuk di dunia industri dan perusahaan perlu terus bekarya. Mereka harus mampu doing much (berusaha berkarya banyak).

3. Belajar hidup bersama (learning to live together)

Dalam kehidupan global, kita tidak hanya berinteraksi dengan beraneka kelompok etnik, daerah, budaya, ras, agama, kepakaran, dan profesi, tetapi hidup bersama dan bekerja sama dengan aneka kelompok tersebut. Agar mampu berinteraksi, berkomonikasi, bekerja sama dan hidup bersama antar kelompok dituntut belajar hidup bersama. Tiap kelompok memiliki latar belakang pendidikan, kebudayaan, tradisi, dan tahap perkembangan yang berbeda, agar bisa bekerjasama dan hidup rukun, mereka harus banyak belajar hidup bersama, being sociable (berusaha membina kehidupan bersama)

4. Belajar berkembang utuh (learning to be)

Tantangan kehidupan yang berkembang cepat dan sangat kompleks, menuntut pengembangan manusia secara utuh. Manusia yang seluruh aspek kepribadiannya berkembang secara optimal dan seimbang, baik aspek intelektual, emosi, sosial, fisik, maupun moral. Untuk mencapai sasaran demikian individu dituntut banyak belajar mengembangkan seluruh aspek kepribadiannya. Sebenarnya tuntutan perkembangan kehidupan global, bukan hanya menuntut berkembangnya manusia secara menyeluruh dan utuh, tetapi juga manusia utuh yang unggul. Untuk itu mereka harus berusaha banyak mencapai keunggulan (being excellence). Keunggulan diperkuat dengan moral yang kuat. Individu-individu global harus berupaya bermoral kuat atau being morally. (ahmad Sudrajat)

Jumat, 2009 September 25

Empat Pilar Pendidikan



Untuk menghadapi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan dunia yang sangat cepat, Unesco (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) merumuskan empat pilar belajar, yaitu: belajar mengetahui (learning to know), belajar berkarya (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar berkembang secara utuh (learning to be).

1. Belajar mengetahui (learning to know)

Belajar mengetahui berkenaan dengan perolehan, penguasaan dan pemanfaatan informasi. Dewasa ini terdapat ledakan informasi dan pengetahuan. Hal itu bukan saja disebabkan karena adanya perkembangan yang sangat cepat dalam bidang ilmu dan teknologi, tetapi juga karena perkembangan teknologi yang sangat cepat, terutama dalam bidang elektronika, memungkinkan sejumlah besar informasi dan pengetahuan tersimpan, bisa diperoleh dan disebarkan secara cepat dan hampir menjangkau seluruh planet bumi. Belajar mengetahui merupakan kegiatan untuk memperoleh, memperdalam dan memanfaatkan pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dengan berbagai upaya perolehan pengetahuan, melalui membaca, mengakses internet, bertanya, mengikuti kuliah, dll. Pengetahuan dikuasai melalui hafalan, tanya-jawab, diskusi, latihan pemecahan masalah, penerapan, dll. Pengetahuan dimanfaatkan untuk mencapai berbagai tujuan: memperluas wawasan, meningkatakan kemampuan, memecahkan masalah, belajar lebih lanjut, dll.

Jacques Delors (1996), sebagai ketua komisi penyusun Learning the Treasure Within, menegaskan adanya dua manfaat pengetahuan, yaitu pengetahuan sebagai alat (mean) dan pengetahuan sebagai hasil (end). Sebagai alat, pengetahuan digunakan untuk pencapaian berbagai tujuan, seperti: memahami lingkungan, hidup layak sesuai kondisi lingkungan, pengembangan keterampilan bekerja, berkomunikasi. Sebagai hasil, pengetahuan mereka dasar bagi kepuasaan memahami, mengetahui dan menemukan.

Pengetahuan terus berkembang, setiap saat ditemukan pengetahuan baru. Oleh karena itu belajar mengetahui harus terus dilakukan, bahkan ditingkatkan menjadi knowing much (berusaha tahu banyak).

2. Belajar berkarya (learning to do)

Agar mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam masyarakat yang berkembang sangat cepat, maka individu perlu belajar berkarya. Belajar berkarya berhubungan erat dengan belajar mengetahui, sebab pengetahuan mendasari perbuatan. Dalam konsep komisi Unesco, belajar berkarya ini mempunyai makna khusus, yaitu dalam kaitan dengan vokasional. Belajar berkarya adalah balajar atau berlatih menguasai keterampilan dan kompetensi kerja. Sejalan dengan tuntutan perkembangan industri dan perusahaan, maka keterampilan dan kompetisi kerja ini, juga berkembang semakin tinggi, tidak hanya pada tingkat keterampilan, kompetensi teknis atau operasional, tetapi sampai dengan kompetensi profesional. Karena tuntutan pekerjaan didunia industri dan perusahaan terus meningkat, maka individu yang akan memasuki dan/atau telah masuk di dunia industri dan perusahaan perlu terus bekarya. Mereka harus mampu doing much (berusaha berkarya banyak).

3. Belajar hidup bersama (learning to live together)

Dalam kehidupan global, kita tidak hanya berinteraksi dengan beraneka kelompok etnik, daerah, budaya, ras, agama, kepakaran, dan profesi, tetapi hidup bersama dan bekerja sama dengan aneka kelompok tersebut. Agar mampu berinteraksi, berkomonikasi, bekerja sama dan hidup bersama antar kelompok dituntut belajar hidup bersama. Tiap kelompok memiliki latar belakang pendidikan, kebudayaan, tradisi, dan tahap perkembangan yang berbeda, agar bisa bekerjasama dan hidup rukun, mereka harus banyak belajar hidup bersama, being sociable (berusaha membina kehidupan bersama)

4. Belajar berkembang utuh (learning to be)

Tantangan kehidupan yang berkembang cepat dan sangat kompleks, menuntut pengembangan manusia secara utuh. Manusia yang seluruh aspek kepribadiannya berkembang secara optimal dan seimbang, baik aspek intelektual, emosi, sosial, fisik, maupun moral. Untuk mencapai sasaran demikian individu dituntut banyak belajar mengembangkan seluruh aspek kepribadiannya. Sebenarnya tuntutan perkembangan kehidupan global, bukan hanya menuntut berkembangnya manusia secara menyeluruh dan utuh, tetapi juga manusia utuh yang unggul. Untuk itu mereka harus berusaha banyak mencapai keunggulan (being excellence). Keunggulan diperkuat dengan moral yang kuat. Individu-individu global harus berupaya bermoral kuat atau being morally. (ahmad Sudrajat)

DAFTAR SEMUA POSTINGAN

free counters