SELAMAT DATANG DI WEBBLOG SERBA-SERBI INDONESIA TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG
PayPal.Me/Techerbandung.

Kamis, 20 Oktober 2011

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA SERIKAT NOMOR 7 TAHUN 1950 TENTANG PERUBAHAN KONSTITUSI SEMENTARA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT MENDJADI UNDANG-UNDANG DASAR SEMENTARA REPUBLIK INDONESIA


PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SERIKAT,

Menimbang : a. bahwa Rakjat daerah-daerah bagian diseluruh Indonesia menghendaki bentuk susunan Negara republik-kesatuan;
b. bahwa kedaulatan adalah ditangan Rakjat;
c. bahwa Negara jang berbentuk republik-kesatuan ini sesungguhnja tidak lain dari pada Negara Indonesia jang kemerdekaannja oleh Rakjat diproklamirkan pada hari 17 Agustus 1945, jang semula berbentuk republik-kesatuan dan kemudian mendjadi republik federasi;
d. bahwa untuk melaksanakan kehendak Rakjat akan bentuk republik kesatuan itu daerah-daerah bagian Negara Indonesia Timur dan Negara Sumatera Timur telah menguasakan Pemerintah Republik Indonesia Serikat sepenuhnja untuk bermusjawarat dengan Pemerintah daerah bagian Negara Republik Indonesia;
e. bahwa kini telah tertjapai kata sepakat antara kedua fihak dalam permusjawaratan itu, sehingga untuk memenuhi kehendak Rakjat, tibalah waktunja untuk mengubah Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat menurut kata sepakat jang telah tertjapai itu mendjadi Undang-undang Dasar Sementara Negara jang berbentuk republik-kesatuan dengan nama Republik Indonesia;

Mengingat : 1. pasal 190, pasal 127 bab a dan pasal 191 ajat 2 Konstitusi;
2. Mengingat pula: Piagam Persetudjuan Pemerintah Republik Indonesia Serikat dan Pemerintah Republik Indonesia tanggal 19 Mei 1950;

DENGAN PERSETUDJUAN DEWAN PERWAKILAN RAKJAT DAN SENAT

MEMUTUSKAN:
 Menetapkan : Undang-undang tentang perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat mendjadi Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia.

Pasal I
Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat diubah mendjadi Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia, sehingga naskahnja berbunji sebagai berikut:

Mukaddimah
Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri-keadilan.
Dan perdjoangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat jang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan Rakjat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Dengan berkat dan rahmat Tuhan tertjapailah tingkatan sedjarah jang berbahagia dan luhur,
Maka demi ini kami menjusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam Negara jang berbentuk republik-kesatuan, berdasarkan ke-Tuhanan Jang Maha Esa, peri-kemanusiaan, kebangsaan, kerakjatan dan keadilan sosial, untuk mewudjudkan kebahagiaan, kesedjahteraan,. perdamaian dan kemerdekaan dalam masjarakat dan Negara-hukum Indonesia Merdeka jang berdaulat sempurna.

BAB I
Negara Republik Indonesia

BAGIAN I
Bentuk negara dan kedaulatan

Pasal 1
1.              Republik Indonesia jang merdeka dan berdaulat ialah suatu negara-hukum jang demokratis dan berbentuk kesatuan.
2.              Kedaulatan Republik Indonesia adalah ditangan Rakjat dan dilakukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakjat.

BAGIAN II
Daerah negara

Pasal 2
Republik Indonesia meliputi seluruh daerah Indonesia.

ku pinang kau dengan Bismillah

Tuhan memberikanku cinta
untuk ku persembahkan hanyalah padamu
Dia anugerahkanku kasih
hanya untuk berkasih berbagi denganmu

Atas restu Allah ku ingin milikimu
ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku
restu Allah ku mencintai dirimu
ku pinang kau dengan Bismillah

Hampa terasa bila ku tanpamu
hidupku terasa mati jika ku tak bersamamu

hanya dirimu satu yang aku inginkan
ku bersumpah sampai mati hanyalah dirimu (hanyalah dirimu)

Atas restu Allah ku ingin milikimu
ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku
restu Allah ku mencintai dirimu
ku pinang kau dengan Bismillah

Atas restu Allah ku ingin milikimu
ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku
restu Allah ku mencintai dirimu
ku pinang kau dengan Bismillah

TYPE KECERDASAN MANUSIA





Sejak terlahir, setiap manusia telah dianugerahi empat macam type kecerdasan, yaitu :
  • Kecerdasan Fisik atau Tubuh (Physical Intelligence atau Physical Quotient PQ),
  • Kecerdasan Mental atau Intelektual (Inteliligence Quotient IQ),
  • Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient EQ) , dan
  • Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient SQ)

1. Kecerdasan Fisik (Physical Quotient – PQ)

Kecerdasan Fisik (PQ) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh tubuh kita. Kita sering tidak memperhitungkannya. Coba renungkan : Tanpa adanya perintah dari kita tubuh kita menjalankan sistem pernafasan, sistem peredaran darah, sistem syaraf dan sistem-sistem vital lainnya.

Tubuh kita terus menerus memantau lingkungannya, menghancurkan sel pembawa penyakit, mengganti sel yang rusak dan melawan unsur-unsur yang mengganggu kelangsungan hidup. Seluruh proses itu berjalan di luar kesadaran kita dan berlangsung setiap saat dalam hidup kita. Ada kecerdasan yang menjalankan semuanya itu dan sebagian besar berlangsung di luar kesadaran kita.

2. Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotient – IQ)

IQ adalah kemampuan nalar, atau pikiran orang sering menyebutnya dengan kemampuan Otak Kiri. Yaitu kemampuan kita untuk mengetahui, memahami, menganalisis, menentukan sebab akibat, berpikir abstrak, berbahasa, memvisualkan sesuatu.

Di zaman dulu IQ dijadikan ukuran utama kecerdasan seseorang. Baru kemudian disadari bahwa konsep dan batasan-batasan di atas seperti itu terlalu mempersempit kecerdasan tersebut.

Otak kiri bertanggung jawab untuk “”pekerjaan” verbal, kata-kata, bahasa, angka-angka, matematika, urut-urutan, logika, analisa dan penilaian dengan cara berpikir linier. Melatih dan membelajarkan otak kiri akan membangun kecerdasan intelektual (IQ). Otak kanan bertanggungjawab dan berkaitan dengan gambar, warna, musik, emosi, seni/artistik, imajinasi, kreativitas, dan intuitif.

3. Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient – EQ)

Selasa, 18 Oktober 2011

PERAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM DALAM MEMPERKOKOH KESADARAN NASIONAL


PERAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI  DALAM
DALAM MEMPERKOKOH KESADARAN NASIONAL


MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Gografi dan Kependudukan Dosen  Prof.Dr.Sc.H.M.  Ahman Sya, Drs. M.Pd, M.Sc.



.
                                                                       




Oleh:






PROGRAM PASCA SARJANA ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
STKIP PASUNDAN CIMAHI
2011




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................            ....3
BAB     I         Pendahuluan
A. Latar Belakang...................................................................................4
B. Rumusan dan Identifikasi Masalah....................................................5
C. Sistematika Penulisan.........................................................................5
BAB     II        Pembahasan
A.   Geografi dan Kependudukan……………………………………...7
            B.   Nasionalisme di Indonesia………………………………………...10
      C. Peran Geografi dalam memperkokoh Kesadaran Nasional………...12
BAB     III      Simpulan……………………………………………………….16
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………...17



















KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat serta KaruniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah mengenai Peran Pembelajaran Geografi dalam Memperkokoh Kesadaran Nasional.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Geografi dan Kependudukan dalam Pendidikan IPS. Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan dan kesulitan yang penulis hadapi, namun berkat bantuan dari berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan. Penulis menyadari bahwa baik isi maupun sistimatika dari makalah ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu penulis berharap kritik dan saran  untuk penyempurnaan makalah ini.
Semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.



Bandung,   Juni 2011
Penulis.











BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Ilmu banyak ragamnya salah satu yang akan dibahas adalah pembelajaran geografi sebagai ilmu yang tidak bisa dipungkiri dapat merubah tatanan manusia untuk mengubah wajah dunia pada umumnya dan bangsa pada hususnya yaitu diantaranya membangun karakter bangsa, Geografi merupakan ilmu untuk menunjang kehidupan sepanjang hayat dan mendorong, peningkatan kehidupan. Oleh karena itu kita didorong untuk memahami aspek dan proses fisik yang membentuk pola muka bumi, karaketeristik dan persebaran spasial ekologi di permukaan bumi. Selain itu kita dimotivasi secara aktif dan kreatif untuk menelaah bahwa kebudayaan dan pengalaman mempengaruhi persepsi manusia tentang tempat dan wilayah. Pendidikan geografi selain memiliki kewajiban formal unruk mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional juga mengandung potensi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Daljoeni, merinci lima sumbangan pedagogik geografi,yaitu: wawasan dalam keruangan, pendidikan keindahan, kecintaan tanah air, dan saling pengertian internasional. Nursid Sumaatmaja menyebutkan bahwa geografi memiliki lima nilai, yakni nilai teoritis, praktis, nilai edukasi, nilai filsafat dan nilai ketuhanan.
Geografi memiliki nilai teoritis, yaitu berusaha untuk membaca realitas geosffera. Geografi memiliki nilai praktis, yaitu khususnya dalam memberikan teknik-teknik pembacaan peta atau medan. Nilai ketiga, geografi memiliki nilai edukatif, baik kognitif, afektif maupun psikomotorik.Sedangkan nilai edukatif dari geografi, yaitu sebagai bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia. Dalam pengembangan nilai sumber daya manusia pendekatan yang harus dilakukan yaitu perlu memperhatikan konteks keruangan dan kondisi sosial budaya masyarakat. Keempat geografi memiliki peran dalam pengembangan filsafat, misalnya dallam memahami hakikat hidup dilingkungannya. Kelima geografi memiliki nilai ketuhanan.
Kesadaran manusia mengenai tingginya nilai geografi sdebagaimana yang dikemukakan oleh Nursid Sumaatmamadja atau Daljoeni belum begitu penting dari praktek pembelajaran geografi di lembaga pendidikan. Negara Indonesia merupakan negara yang kaya raya, terdiri dari beribu-ribu pulau dan berbagai suku bangsa dengan ciri khas masing-masing. Yang mana satu sama lain saling berinteraksi dan disatukan dengan semboyan ”bhineka tunggal ika”. Belum lama ini bangsa indonesia dihadapkan pada permasalahan yang sangat menghawatirkan yaitu dengan adanya krisis rasa nasionalisme.
Berdasarkan pemaparan dari latar belakang di atas dalam penulisan makalah ini, diberi judul “Peran Pembelajaran Geografi dalam Memperkokoh Kesadaran Nasional”

B.       Rumusan dan Identifikasi Masalah
1. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dipaparkan pada bagian pendahuluan maka dalam penulisan makalah ini dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana Peran Pembelajaran Geografi dalam Memperkokoh Kesadaran Nasional?’.
2. Pembatasan Masalah
Untuk mengkaji masalah dan memecahkan masalah secara lebih terarah, maka diidentifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut:
1.    Apa yang dimaksud Pembelajaran Geografi dan Kependudukan ?
2.    Bagaimana Keberadaan Nasionalisme di Indonesia?
3. Bagaimana Peran Pembelajaran Geografi dalam Memperkokoh    Kesadaran Nasional?

C.      Sistematika Penulisan
BAB I       Pendahuluan
A.    Latar Belakang
B.     Rumusan dan Identifikasi Masalah
C.     Sistematika Penulisan
BAB II      Pembahasan
            A.   Geografi dan Kependudukan
            B.    Nasionalisme di Indonesia
C. Peran Pembelajaran Geografi dalam memperkokoh Kesadaran Nasional
BAB III    Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA



























BAB II
PEMBAHASAN

A.   Geografi dan Kependudukan
Seperti juga definisi tentang geografi, posisi dan peran manusia di dalam geografi sudah lama menjadi subyek perdebatan dan polemik akademik. Di antara subyek perdebatan tersebuty ang awalnya menarik perhatian banyak ahli geografiadalah tentang lingkungan alam, walaupun hal ini dianggap berarti hanya dalam kaitannya dengan kehidupan manusia. Dalam beberapa dekade belakangan, telahterjadi reorientasi sudut pandang yang begitu pesat (progresif) dengan penekanan lebih besar pada asumsi bahwa manusia adalah penghuni utama di bumi.Pendekatan ini terutama mendapat dukungan kuat di Perancis di mana selamaparuh pertama abad ini telah tumbuh satu aliran pemikiran geografi kemanusiaan (human geography) yang mendasarkan diri pada pencarian penjelasan tentang hubungan berganda (multiple relationship) antara manusia, aktifitasnya, dan lingkungan alamnya. Bumi dalam geografi menurut Sumaatmadja, (1988:31) tidak hanya berkenaan dengan fisik alamiah bumi saja, melainkan juga meliputi segala gejala dan prosesnya baik itu gejala dan proses alamnya maupun gejala dan proses kehidupannya. Maka dari itu  bidang kajian geografi tidak hanya mengenai fisik alamiah saja melainkan melainkan juga termasuk manusia dan lingkungannya.
Beberapa pandangan seperti dari Vidal de la Blache, Jean Brunhes, dan Maximilian Sorre berbeda-beda dalam hal penjelasan detailnya sehingga memberikan bobot yang berbeda pula dalam kajian tentang manusia. Tidak mengherankan, para ahli geografi kemanusiaan telah memberikan banyak ragam kontribusi yang bernilai pada studi/kajian tentang distribusi penduduk. Tetapi cabang ilmu geografi kemanusian sampai saat ini belum diterima secara paripurna (universal) oleh kalangan ilmuwan.
Geografi sebagai salah satu disiplin ilmu pengetahuan tidak begitu saja terpisah dengan disiplin ilmu-ilmu pengetahuan yang lain, Geografi memerlukan pendekatan-pendekatan yang digunakan untuk membuat deskripsi mengenai suatu wilayah, tanpa melepaskan diri dari ciri khas geografi, yaitu ilmu yang

DAFTAR SEMUA POSTINGAN

free counters