SELAMAT DATANG DI WEBBLOG SERBA-SERBI INDONESIA TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG

Rabu, 23 November 2011

Menurut Eimile Durkheim,teori-teori yang termasuk ke dalam definisi sosial, fakta sosial dan perilaku sosial.,Bagaimana kritisasi anda terhadap pembangunan di Indonesia setelah 66 tahun merdeka berdasarkan ketiga model di atas.Menurut Heestermann (1973:111) bahwa, …successful modernity does not mean the supersession of tradition or the superimposition on it of a different order.



1.      Menurut Eimile Durkheim dalam bukunya The Rules of Sociological Method (1964:64) bahwa fakta sosial adalah: (1) A social fact is normal, in relation to a given social type at a given phase of its development, when it is present in the evarege society of that species at the corresponding phase of its evolution; (2) One can verify the results of the preceding method by showing that the generality of the phenomenon is bound up wih the general conditions of collective life of the social type considered; (3) This verification is necessary when the fact in question occurs in a social species which has not yet reached the full course of its evolution.

a.      Apa maksud pendapat tersebut di atas!
Durkheim menekankan bahwa tugas sosiologi adalah mempelajari apa yang dia sebut fakta-fakta sosial. Ia membayangkan fakta sosial sebagai kekuatan (forces) dan struktur yang berskala eksternal dan memaksa individu. Pendapat di atas bukan berupa definisi fakta sosial melainkan berupa gambaran dari normal tidaknya suatu fakta sosial dan metode untuk menguji kenormalan itu. Disebutkan bahwa untuk menguji kenormalan suatu fakta sosial perlu dipertimbangkan berdasarkan taraf perkembangan (evolusi) dari masyarakat tempat fakta sosial tersebut berada dan seberapa jauh fakta tersebut dianggap umum (dapat digeneralisasi) di masyarakat tersebut. Pendapat di atas bukan berupa definisi fakta sosial melainkan berupa gambaran dari normal tidaknya suatu fakta sosial dan metode untuk menguji kenormalan itu. Disebutkan bahwa untuk menguji kenormalan suatu fakta sosial perlu dipertimbangkan berdasarkan taraf perkembangan (evolusi) dari masyarakat tempat fakta sosial tersebut berada dan seberapa jauh fakta tersebut dianggap umum (dapat digeneralisasi) di masyarakat tersebut.
b.      Apa perbedaan teori struktural dengan teori fungsional.

Teori fungsional dan struktural adalah salah satu teori komunikasi yang masuk dalam kelompok teori umum atau general theories (Littlejohn, 1999), ciri utama teori ini adalah adanya kepercayaan pandangan tentang berfungsinya secara nyata struktur yang berada di luar diri pengamat. Fungsionalisme struktural atau lebih popular dengan ‘struktural fungsional’ merupakan hasil pengaruh yang sangat kuat dari teori sistem umum di mana pendekatan fungsionalisme yang diadopsi dari ilmu alam khususnya ilmu biologi, menekankan pengkajiannya tentang cara-cara mengorganisasikan dan mempertahankan sistem. Dan pendekatan strukturalisme yang berasal dari linguistik, menekankan pengkajiannya pada hal-hal yang menyangkut pengorganisasian bahasa dan sistem sosial. Fungsionalisme struktural
atau ‘analisa sistem’ pada prinsipnya berkisar pada beberapa konsep, namun yang paling penting adalah konsep fungsi dan konsep struktur. Perkataan fungsi digunakan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, menunjukkan kepada aktivitas dan dinamika manusia dalam mencapai tujuan hidupnya. Dilihat dari tujuan hidup, kegiatan manusia merupakan fungsi dan mempunyai fungsi. Secara kualitatif fungsi dilihat dari segi kegunaan dan manfaat seseorang, kelompok, organisasi atau asosiasi tertentu.
Fungsionalisme Durkheim ini tetap bertahan dan dikembangkan lagi oleh dua orang ahli antropologi abad ke-20, yaitu Bronislaw Malinowski dan A.R. Radcliffe-Brown. Malinowski dan Brown dipengaruhi oleh ahli-ahli sosiologi yang melihat masyarakat sebagai organisme hidup, dan keduanya menyumbangkan buah pikiran mereka tentang
hakikat, analisa fungsional yang dibangun di atas model organis. Di dalam batasannya tentang beberapa konsep dasar fungsionalisme dalam ilmu-ilmu sosial, pemahaman Radcliffe-Brown (1976:503-511) mengenai fungsionalisme struktural merupakan dasar bagi analisa fungsional kontemporer:
Fungsi dari setiap kegiatan yang selalu berulang, seperti penghukuman kejahatan, atau upacara penguburan, adalah merupakan bagian yang dimainkannya dalam kehidupan sosial sebagai keseluruhan dan, karena itu merupakan sumbangan yang diberikannya bagi pemeliharaan kelangsungan struktural (Radcliffe-Brown(1976:505).

c.       Jelaskan teori-teori yang termasuk ke dalam definisi sosial, fakta sosial dan perilaku sosial.
·         Definisi Sosial menurut Max Weber mengartikan sosiologi sebagai studi tentang tindakan sosial antar hubungan sosial. Inti pemikirannya mengenai tindakan yang penuh arti (verstehen). Arti tersebut sesuai dengan pendirian kaum nominalis yang menyatakan bahwa hanya individu yang real dan objektif, dan bahwa masyarakat hanyalah satu nama yang menunjuk pada sekumpulan individu.
·         Fakta Sosial digunakan Durkheim untuk menjelaskan tentang tingkat kematian akibat bunuh diri. Dengan memeriksa secara hati-hati statistik bunuh diri dari polisi di beberapa distrik, Durkheim dapat menunjukkan bahwa komunitas Katolik memiliki tingkat bunuh diri yang lebih rendah dibanding Protestan dan ia menganggap hal tersebut berasal dari faktor sosial bukannya faktor individu. Ia juga melihat orang yang tidak terintegrasi dengan masyarakat tempat tinggalnya mempunyai kemungkinan lebih besar untuk bunuh diri.
·         Perilaku sosial dilihat oleh Max Weber berlangsung dalam interaksi antar manusia pada masyarakat. Konsep tindakan sosial digunakan untuk mengamati bagaimana perilaku tertentu dimodifikasi dalam lingkungan tertentu. Dampak dari perilaku sosial jelas terlihat dalam perkembangan norma dan kebiasaan serta interaksi sehari-hari dalam masyarakat.

d.      Cari persamaan dan perbedaan antara Teori Max Weber (dalam The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism, 1930); Robert Bellah (dalam Tokugawa Relegion) dengan Etika Islam yang mendorong manusia untuk berkembang, karena landasan utamanya bukan bekerja keras untuk material tetapi karena faktor etika agama.

Persamaannya:
Persamaannya bahwa materi bukan semata-mata suatu pencapaian utama dalam motivasi kerja , melainkan sebagai suatu upaya untuk memenuhi tuntunan atau perintah dari agama yang berlaku yang dianutnya.
Perbedaannya:
Weber pada agama Protestan, Bellah pada agama-agama di Jepang, dan pendapat ketiga pada agama Islam.
Max Weber lebih memusatkan perhatian pada Protestanisme terutama sebagai sebuah sistem gagasan yang lain, yaitu sistem kapitalisme dan akhirnya terhadap sistem gagasan yang lain yakni semangat kapitalisme dan akhirnya terhadap sistem ekonomi kapitalis. Weber mencurahkan perhatian serupa terhadap agama dunia yang lain, mempelajari bagaimana cara gagasan keagamaan itu merintangi perkembangan kapitalisme dan masyarakatnya masing-masing. Di sini Weber di pandang lebih banyak bekerja menurut tradisi Marxian ketimbang menentangnya. Karyanya tentang agama bila diinterprestasikan menurut sudut pandang ini adalah semata merupakan upaya untuk menunjukkan bahwa faktor material bukanlah satu-satunya faktor yang dapat mempengaruhi gagasan, tetapi gagasan itu sendiri mempengaruhi struktur material.
Bellah menjelaskan bagaimana agama di periode Tokugawa (1600-1868) memantapkan fondasi bagi ekonomi industri modern Jepang, dan menghilangkan dua miskonsepsi tentang modernisasi Jepang: bahwa hal tersebut dimulai saat kedatangan Admiral Perry di tahun 1868, dan berkembang dengan cepat karena kepintaran orang Jepang dalam meniru. Ditunjukkan bahwa doktrin Budhisme, Konfusianisme, dan Shinto mendukung bentuk logika dan pemahaman yang dibutuhkan untuk perkembangan ekonomi. Jepang sekarang telah menjadi negara adidaya dalam bidang ekonomi serta menjadi model bagi beberapa negara barat.
Beberapa doktrin dalam Islam juga menganjurkan manusia untuk bekerja keras, seperti tercermin dalam beberapa ayat dari Al Qur’an maupun dari Al Hadits, diantaranya: “... dan apabila kamu telah selesai dengan satu urusan segeralah kerjakan urusan lain karena ada kebaikan dibaliknya.” “Beribadahlah seakan kamu akan mati besok dan bekerjalah seolah kamu akan hidup selamanya.” “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubahnya sendiri.” Hal tersebut menjadi pegangan bagi umat manusia yang menganut agama islam di seluruh dunia.

2.      Varian dalam Teori Modernisasi ditunjukkan oleh beberapa model antara lain: (1) Model struktural (Smelser, Rostow, David Apter dan Gisendat); (2) Model budaya (Max Weber, Bellah dan Arnold Rose); (3) Teori Psikologi (David McClelland, Joseph Kahl, dan Hages)
a.      Jelaskan inti pemikiran-pemikiran tersebut di atas.dari setiap model.
Model Struktural:
Model ini melihat bahwa modernisasi lebih diakibatkan faktor struktur sosial yang ada di masyarakat. Seperti: Walt Rostow melihat dari sudut sistem ekonomi dengan menunjukkan faktor-faktor yang dibutuhkan bagi suatu negara untuk mencapai modernisasi; David Apter melihat sistem politik dan sejarah dari demokrasi, meneliti kaitan antara demokrasi serta pemerintahan yang baik dan efisien dengan modernisasi. Edmoned learce menyatakan bahwa struktur sosial merupakan sesuatu yang akses pada tatanan obyektifitas yang kira—kira sama dengan nyatanya kerangka manusia atau saling ketergantungan berbagai organ dalam anatomi manusia.
Model Budaya:
Budaya pada hakekatnya adalah suatu sistem simbolik atau konfigurasi sistem perlambangan.Untuk dapat memahami suatu perangkat lambang budaya tertentu ,orang  harus lebih dulu melihatnya dalam kaitan dengan sistem keseluruhan tempat sistem kelembagaan itu, menjadi bagian yang menjadi perhatiannya adalah pola-pola formal bagaimana unsur-unsur simbol saling berkait secara logis untuk membentuk sistim keseluruhan. Faktor utama adalah budaya, termasuk di dalamnya etika dalam agama, yang mendorong manusia bekerja keras dalam mencapai modernisasi atau kemajuan dari suatu negara dari yang primitif menuju ke modern.
Model Psikologi:
David McClelland dalam bukunya The Achieving Society (1967) Mc Clelland terutama tertarik pada sejanis perubahan khusus, yakni perkembangan ekonomi. Menurutnya, karena semangat kewiraswastaanlah yang mendorong perkembangan ekonomi. Bahwa “Masyarakat yang tinggi tingkat kebutuhan untuk berprestasi, umumnya akan menghasilkan wiraswastawan yang lebih bersemangat dan selanjutnya menghasilkan perkembangan ekonomi yang lebih cepat. Dalam perspektif psikologi menerangkan bahwa modernisasi tidak bisa dicapai sebelum suatu bangsa memiliki motivasi berprestasi yang memadai dalam bentuk menghargai inovasi, sukses, dan pasar bebas. Joseph Kahl mengemukakan pandangannya  proses modernisasi di Amerika Latin dalam buku Modernization, Exploitation and Dependency (1977).


b.      Bagaimana kritisasi anda terhadap pembangunan di Indonesia setelah 66 tahun merdeka berdasarkan ketiga model di atas.
Pembangunan di Indonesia setelah 66 tahun merdeka tidak sesuai dengan yang direncanakan ( zaman orde baru ada repelita atau rencana pembangunan lima tahun yang berhasil pada 2 dekade awal namun gagal pada dekade selanjutnya, lalu diambil alih pemerintah zaman reformasi. Yang susah payah mengendalikan Indonesia kearah yang diharapkan karena factor  sikap mental Indonesia menurut Koentjaraningrat bersifat menghambat (meremehkan mutu, budaya KKN, suka menerabas, tidak kuat berdisiplin secara murni dan konsekuen, kurangnya percaya pada diri sendiri)  dan hutang yang dibebankan pemerintah orde baru ke generasi selanjutnya. 
 Kritisi terhadap Indonesia berdasarkan model struktural agar system pemerintahan secara struktural mulai dari pranata sosial masyarakat hingga struktur pemerintahan formal (DPR dan MPR, Presiden dan jajaran kabinetnya, MK, BPK) melaksanakan amanat yang tertuang dalam UUD ‘45 , Pancasila, GBHN, serta bertindak sesuai hati nurani dan bekerja sebagai ibadah dalam menjalankan fungsinya.
Kritisi terhadap Indonesia berdasarkan model budaya agar
mengubah pola pikir dari  tradisional ke modern atau modernisasi,
mengubah struktur normatif  khususnya tentang nilai penghambat yaitu budaya KKN, suka menerabas tidak disiplin, dan nilai pendorong yaitu motivasi berprestasi, beragama.
Kritisi pada Indonesia berdasarkan model Psikologi yaitu agar bangsa Indonesia diberi bimbingan, pelatihan, motivasi untuk berprestasi agar tahu cara meningkatkan diri kearah yang lebih baik. Caranya dengan Menentukan standar motivasi yang tinggi, metode pemberian dorongan dan hubungan yang hangat  dalam sosialisasi

c.        




3.      Menurut Heestermann (1973:111) bahwa, …successful modernity does not mean the supersession of tradition or the superimposition on it of a different order.
a.      Jelaskan maksud pendapat tersebut di atas!
Modernitas sukses tidak berarti tahapan yang baik dari adat-istiadat atau tahapan yang paling baik  di atasnya satu rata-rata berbeda. Maksudnya memberikan solusi kepada dunia ketiga termasuk kemiskinan, tidak saja diperlukan bantuan modal dari negara maju tetapi negara itu disarankan untuk meninggalkan dan mengganti nilai-nilai tradisional dan kemudian melembagakan demokrasi politik. sukses modernitas tidak berarti supersession tradisi atau superimposisi di atasnya dari tatanan yang berbeda Modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern.

b.      Jelaskan perbedaan antara modernisasi, tradisi penuh paradox dan post modernisasi.
Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat tertentu, yaitu sebagai berikut.
-     Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat.
§  Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
-     Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
-     Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.
-     Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
-     Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial.

paradoks adalah suatu pernyataan atau sekelompok pernyataan yang mengarah ke sebuah kontradiksi atau situasi yang bertentangan dengan intuisi . Istilah ini juga digunakan untuk jelas kontradiksi yang benar-benar menyatakan suatu non-dual kebenaran (cf. Koan , Catuskoti ). Biasanya, laporan tersebut tidak benar-benar menyiratkan kontradiksi, hasil yang membingungkan bukan benar-benar sebuah kontradiksi, atau tempat sendiri tidak semua benar-benar benar atau tidak dapat semua benar bersama-sama. Kata paradoks seringkali digunakan bergantian dengan kontradiksi. Hal ini juga digunakan untuk menggambarkan situasi yang ironis .

Postmodernisme adalah kecenderungan dalam budaya kontemporer ditandai dengan penolakan terhadap kebenaran obyektif dan narasi budaya global . Hal ini menekankan peran bahasa, hubungan kekuasaan, dan motivasi, khususnya serangan itu penggunaan klasifikasi tajam seperti jantan dan betina, lurus versus gay, hitam versus putih, dan imperial versus kolonial. Postmodernisme telah mempengaruhi bidang budaya banyak orang, termasuk kritik sastra , sosiologi , linguistik , arsitektur, seni visual, dan musik.
Pikir modernis adalah keberangkatan disengaja dari pendekatan modernis yang sebelumnya dominan. Istilah "Postmodernisme" berasal dari penolakan dari mentalitas "" Modern ilmiah objektivitas dan kemajuan yang terkait dengan Pencerahan.
Gerakan-gerakan ini, Modernisme dan Postmodernisme, dipahami sebagai proyek budaya atau sebagai kumpulan perspektif. "Postmodernisme" digunakan dalam teori kritis untuk merujuk ke titik keberangkatan untuk karya sastra, drama, arsitektur, film, jurnalisme, dan desain, serta dalam pemasaran dan bisnis dan dalam interpretasi hukum, budaya, dan agama di 20 awal dan akhir abad ke-21. Memang, Postmodernisme, terutama sebagai gerakan akademis, dapat dipahami sebagai reaksi terhadap Modernisme dalam Humaniora. Sedangkan Modernisme sering dikaitkan dengan identitas, persatuan, otoritas, dan kepastian, Postmodernisme sering dikaitkan dengan perbedaan, pluralitas, alteritas, dan skeptis.

Karakteristik post modernism (posmo) dalam pengembangan ilmu adalah karakteristik sikap ilmiah dalam memaknai perubahan sosial masyarakat. Untuk memahami laju percepatan perubahan sosial yang luar biasa maka karakteristik posmo tidak hanya untuk mengubah sikap ilmiah, melainkan juga dimaksudkan agar substansi telaahannya dikenal baik dan selanjutnya diolah lebih baik.
Teori postmodern menawarkan intermediasi dari determinasi, perbedaan (diversity) daripada persatuan (unity), perbedaan daripada sintesis dan kompleksitas daripada simplikasi. Postmodern menanyakan bagaimana setiap orang dapat percaya bahwa modernitas telah membawa kemajuan dan harapan bagi masa depan yang lebih cemerlang. Juga cenderung menolak apa yang biasanya dikenal dengan pandangan dunia (world view), metanarasi, totalitas.
Pemikir postmodern cenderung menggembor-gemborkan fenomena besar pramodern seperti emosi, perasaan, intuisi, refleksi, spekulasi, pengalaman personal, kebiasaan, kekerasan, metafisika, tradisi, kosmologi, magis, mitos, sentimen keagamaan, dan pengalaman mistik. Teoritisi postmodern menolak kecenderungan modern yang meletakkan batas-batas antara hal-hal tertentu seperti disiplin akademis, budaya dan kehidupan, fiksi, teori, image dan realitas. Serta postmodern menolak gaya diskursus akademis modern yang teliti dan bernalar.


c.    Berikan ilustrasi ketiga masalah tersebut di atas!
ilustrasi Modernisasi
Modernisasi gaya hidup mewah dewasa ini telah menjadi hidup masyarakat kita. Hal ini terutama dapat terlihat pada pemberian uang saku yang berlebih dari orang tua yang dapat menyebabkan mereka kurang dapat mengatur pengeluran dan kebiasaan hidup berfoya – foya. Juga cara menyampaikan rasa kepada kekasih ataupun sahabat dengan memberi hadiah kado mewah yang bernilai puluhan juta. Hal ini bukanlah salah namun ada cara lain jauh lebih murah untuk menyampaikan rasa sayang kepada orang yang dicintai misalnya dengan bunga atau nasihat atau mengajak makan ditempat yang lebih murah dan terjangkau
Semakin pesatnya tren kapitalisme dan konglomerasi elite tertentu maka pertumbuhan kwantitatif tempat-tempat hiburan dan pusat-pusat perbelanjaan semakin berkembang bak jamur dimusim hujan. Fenomena tersebut secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi budaya dan pola hidup kaum muda remaja sekarang. Pergeseran budaya mulai menjangkiti kaum muda remaja tanpa kompromi dan eksodus besar-besaran tentang paradigma berpikir kaum muda remaja, dari budaya timur menuju budaya barat. Anda dapat melihat kaum muda remaja hedonis bersliweran dengan berbagai mode rambut dengan busana thank top atau junkies, dan alat-alat digital lainnya. Iklim masyarakat sekarang jauh berbeda dengan masyarakat tempo dulu. Namun, bila gejala ini kita telaah lebih lanjut bahwa kaum muda remaja telah jatuh kedalam euforia budaya pop. Selanjutnya kaum muda remaja yang seharusnya menjadi homo significans malahan jatuh kedalam pendangkalan nilai hidup.

ilustrasi tradisi penuh paradoks
Dalam filosofi moral , paradoks dalam arti longgar berperan dalam etika debat. Misalnya, dapat dianggap bahwa peringatan etis untuk "mencintai sesamamu" tidak hanya kontras dengan, tetapi bertentangan dengan tetangga bersenjata aktif berniat pembunuhan. Di sisi lain, untuk menyerang, melawan, atau menahan mereka juga tidak biasanya dianggap mencintai.
Ini mungkin lebih baik disebut sebagai dilema etis bukan paradoks dalam arti sempit. Namun, untuk menjadi contoh nyata dari paradoks moral, harus diasumsikan bahwa "mencintai" dan pengendalian diri tidak dapat hidup berdampingan. Pada kenyataannya, situasi ini sering terjadi, terutama bila orangtua menghukum anak-anak dari cinta.
DI masa-masa krisis ekonomi (Indonesia terkenal sebagai "negara krisis" akibat secara ritmis mengalami peristiwa itu), selalu ada yang "di bawah krisis" dan "di atas krisis", meski sama-sama rakyat, sama-sama pendidikan, sama-sama pegawai. Ada yang berpendidikan puncak, doktor, tetap jalan kaki atau naik angkot bila mengajar. Sedangkan tetangganya yang lulusan STM mampu mengisi garasinya dengan dua mobil mutakhir. Pendidikan di Indonesia tak ada gunanya, meski tiap orangtua berlomba-lomba memasukkan anaknya sekolah taman kanak-kanak dengan uang muka jutaan rupiah. Yang terkena dan tak terkena krisis ekonomi, grafiknya tak terduga, zig-zag melewati garis-garis batas golongan pendidikan, golongan jabatan, golongan kelas. Dibaca: paradoks Indonesia.

ilustrasi post modernisasi
Pembangunan dengan basis pertumbuhan ekonomi yang diusung oleh paradigma modernisme memiliki banyak kekurangan dan dampak negatif. Pendekatan ini hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan indikator GDP yang tidak mencerminkan adanya pemerataan. Kesenjangan antar penduduk mungkin saja terjadi sehingga indikator pertumbuhan ekonomi hanya mencerminkan keberhasilan semu saja. Akumulasi modal yang berhasil dihimpun sebagian besar merupakan investasi asing yang semakin memuluskan jalannya kapitalisme global.
Lahirnya gerakan fundamental agama, terutama Islam pada negara maju (kaya) seperti Iran dan Libya tidak dapat dikatakan sebagai sebuah “anomali” modernisasi. Hal ini dikarenakan Iran dan libya bukan merupakan negara maju hasil dari modernisasi. Kemajuan (kekayaan) Iran dan Libya merupakan hasil dari kekayaan alam terutama minyak yang melimpah dan bukan dari hasil industrialisasi via modernisasi. Penurunan nilai tradisioanl mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan pertumbuhan ekonomi. Hal inilah yang membedakan antara modenisasi dan post-modernisasi. Post-modernisasi tidak berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi.

d.             Jelaskan teori ketergantungan (dependency theory)dengan system dunia (world system) dan berikan ilustrasi keduanya.
Ketergantungan dependencia teori atau teori adalah tubuh ilmu sosial teori didasarkan pada gagasan bahwa aliran sumber daya dari pinggiran "" dari negara-negara miskin dan terbelakang ke inti "" negara-negara kaya, memperkaya yang terakhir dengan mengorbankan mantan. " Ini adalah pendapat sentral dari teori ketergantungan bahwa negara-negara miskin dan kaya yang miskin diperkaya oleh cara negara-negara miskin diintegrasikan ke dalam sistem dunia "."
Teori ini muncul sekitar 1960 sebagai reaksi terhadap beberapa sebelumnya teori pembangunan yang menyatakan bahwa semua masyarakat maju melalui tahap-tahap yang sama pembangunan, yang terbelakang wilayah hari ini karena itu dalam situasi yang mirip dengan yang dikembangkan daerah hari ini pada beberapa waktu di masa lalu, dan bahwa oleh karena tugas dalam membantu daerah-daerah terbelakang keluar dari kemiskinan adalah untuk mempercepat mereka bersama ini seharusnya pembangunan jalan umum, dengan berbagai cara seperti investasi, transfer teknologi, dan integrasi lebih dekat ke pasar dunia. teori Ketergantungan menolak pandangan ini, menyatakan bahwa negara-negara terbelakang tidak hanya primitif versi negara-negara maju, tetapi memiliki fitur yang unik dan struktur sendiri, dan yang penting, berada dalam situasi menjadi anggota lemah dalam ekonomi pasar dunia, sedangkan negara-negara maju tidak pernah dalam posisi serupa; mereka tidak pernah ada dalam hubungannya dengan sebuah blok dari negara-negara yang lebih kuat daripada diri mereka sendiri. Ketergantungan teori berpendapat, bertentangan dengan pasar bebas ekonom, bahwa negara-negara terbelakang dibutuhkan untuk mengurangi keterkaitan mereka dengan pasar dunia sehingga mereka dapat mengejar jalan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri, kurang didikte oleh tekanan eksternal.

WORLD SYSTEM
Para-sistem pendekatan Dunia adalah pandangan dari lima abad terakhir sejarah dunia, salah satu aplikasi historis dan beberapa saat tertentu, tetapi tidak berarti semua, ajaran Marxisme serta ide dengan berbagai teori dari Adam Smith untuk Max Weber , untuk mempelajari hubungan internasional , sejarah dunia , dan sosiologi dari arus lintas perbatasan dan hubungan. Tidak semua analis sistem dunia yang Marxis dan tidak semua Marxis adalah sistem dunia-pemikir.
Immanuel Wallerstein , pendiri sekolah intelektual dunia-sistem teori, ciri sistem dunia sebagai seperangkat mekanisme yang mendistribusikan kembali sumber daya dari pinggiran ke inti . Dalam terminologi-nya, intinya adalah, dikembangkan industri bagian dari dunia, dan pinggiran adalah " terbelakang ", biasanya bahan baku pengekspor miskin bagian, dari dunia; pasar yang berarti dengan yang mengeksploitasi inti pinggiran.
Wallerstein menelusuri asal-sistem dunia saat ini ke abad "panjang 16" (masa yang dimulai dengan penemuan Amerika oleh pelaut Eropa barat dan berakhir dengan Revolusi Inggris 1640), dan mendefinisikan sebagai:
"…"... Sebuah sistem sosial, yang memiliki batas-batas, struktur, kelompok anggota, aturan legitimasi, dan koherensi. Hidup adalah terdiri dari kekuatan yang bertentangan yang terus bersama-sama oleh ketegangan dan merobeknya selain sebagai masing-masing kelompok selalu berusaha untuk remold itu untuk keuntungan perusahaan. ini memiliki karakteristik organisme, dalam hal ini memiliki rentang kehidupan-dimana perubahannya karakteristik dalam beberapa hal dan tetap stabil dalam diri orang lain. Satu dapat menentukan struktur sebagai berada di waktu yang berbeda kuat atau lemah dalam hal logika internal yang berfungsi. " [1]
Selain ini, Wallerstein mendefinisikan empat fitur temporal. Ritme Siklus merupakan jangka pendek fluktuasi dari perekonomian , sementara tren sekuler berarti jangka panjang lebih dalam kecenderungan, seperti umum pertumbuhan ekonomi atau penurunan. Kontradiksi istilah berarti kontroversi umum dalam sistem, biasanya tentang beberapa istilah perdagangan jangka pendek vs panjang-offs. Misalnya masalah terlalu rendah, dimana drive-down dari upah meningkatkan keuntungan bagi kaum kapitalis pada jangka-pendek, tapi mengingat jangka panjang, penurunan upah mungkin memiliki dampak krusial berbahaya dengan mengurangi permintaan produk. Fitur temporal terakhir adalah krisis: krisis terjadi, jika konstelasi keadaan membawa sekitar akhir sistem.
Secara teknis, analisis sistem-Dunia bukanlah teori , tapi pendekatan untuk analisis sosial dan perubahan sosial . Hal ini didasarkan sebagian pada karya-karya Samir Amin , Giovanni Arrighi , Andre Gunder Frank , dan Immanuel Wallerstein dengan kontribusi besar oleh Christopher Chase-Dunn , Volker Bornschier , Janet Abu Lughod , Thomas D. Hall , Kunibert Raffer dan lain-lain.
Perlu dicatat bahwa sistem Dunia-analisis tidak hanya berasal dari neo-Marxis literatur tentang pembangunan tetapi juga dari Perancis Sekolah Annales tradisi (terutama Fernand Braudel ), teori ketergantungan, dan beberapa generasi studi dekat pada sejarah ekonomi dan politik Afrika, Asia, Amerika Latin dan Eropa Timur. Dalam sosiologi, perspektif alternatif utama adalah masyarakat dunia teori, yang paling berhubungan dengan karya John W. Meyer .




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH

DAFTAR SEMUA POSTINGAN